Sekjen Partai NasDem Jhonny G Plate. Medcom.id/Nur Azizah
Sekjen Partai NasDem Jhonny G Plate. Medcom.id/Nur Azizah

Isi Pembahasan Jokowi Bersama 7 Pimpinan Partai Koalisi

Nasional Pertumbuhan Ekonomi partai politik Joko Widodo presiden joko widodo Ibu Kota Baru pandemi covid-19
Anggi Tondi Martaon • 25 Agustus 2021 21:55
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang tujuh ketua umum dan sekretaris jenderal partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintah. Ada lima topik yang dibahas Jokowi dan pimpinan partai politik koalisi pemerintah.
 
Pertama, pembahasan terkait perkembangan dan evaluasi penanganan pandemi covid-19. Partai koalisi bersyukur penanganan pandemi mulai membuahkan hasil.
 
"Tugas kita menjaga capaian tersebut dan berusaha mengakhiri pandemi covid-19 yang memasuki babak-babak baru penanganan covid-19," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem Johnny G Plate dalam konferensi pers virtual, Rabu, 25 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua, Jokowi dan pimpinan partai koalisi membahas kondisi perekonomian nasional. Dia menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan sentimen positif.
 
"Diharapkan terus terjadi di kuartal-kuartal berikutnya," ungkap dia.
 
Ketiga, strategi ekonomi dan bisnis negara. Jokowi meminta partai koalisi kompak berkontribusi membawa perekonomian Indonesia ke arah yang berbasis produksi dan produktif.
 
"Secara khusus melalui proses-proses pengolahan di dalam negeri bisa dilakukan. Khususnya di sektor pertambangan, pertanian, dan sektor ekonomi hijau, hilirisasi, dan digitalisasi," ungkap dia.
 
Keempat, Jokowi dan partai koalisi membahas terkait ketatanegaraan. Kepala Negara ingin sistem pemerintah lebih cepat dalam mengambil keputusan.
 
"Perlu dilakukan evaluasi meneyeluruh, agar kita mempunyai sistem desentralisasi kekuasaan yang lebih efektif dan cocok dalam pengambilan keputsuan yang cepat," sebut dia.
 
Baca: Undang Elite Parpol, Jokowi Diyakini Tak Membahas Reshuffle
 
Kelima, membahas ibu kota baru. Jokowi mengingatkan partai koalisi terkait persiapan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur.
 
"Perpindahan ibu kota negara tidak akan berlangsung hari ini, yang dilakukan pertama kesiapan legislasi memadai. Pembangunan ibu kota negara yang cocok, yang dilakukan bersama-sama dengan partai koalisi," ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif