Akademisi Ubedillah Badrun (tengah). Foto: Dhemas Reviyanto/Antara
Akademisi Ubedillah Badrun (tengah). Foto: Dhemas Reviyanto/Antara

Jokowi Tersandera Megawati

Nasional kabinet jokowi
Cindy • 12 Oktober 2019 16:52
Jakarta: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dinilai menyandera Presiden Joko Widodo dalam menyusun kabinet kerja jilid II. Sebab, Jokowi juga harus mendapatkan persetujuan dari Megawati bila ingin mengajak partai lain bergabung dalam pemerintahan.
 
"Jokowi tidak bisa mengabaikan Bu Megawati," kata pengamat ilmu politik dari Universitas Negeri Jakarta Ubedillah Badrun dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 12 Oktober 2019.
 
Menurut dia, Megawati cenderung tak setuju dengan masuknya Partai Demokrat ke barisan koalisi pemerintah.Sedangkan, isyarat Demokrat ingin merapat ke pemerintah semakin kuat setelah Ketua Umumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu dengan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ubedillah menilai Megawati lebih menerima kehadiran Partai Gerindra di koalisi. Hal itu dibuktikan dengan pertemuan yang dilakukan Megawati dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
 
"PDIP memberi tanda tidak setuju Demokrat menjadi bagian dari kabinet sekarang," ujar Ubedillah.
 
Sementara itu, pengamat komunikasi politik dari Universitas Gajah Mada, Nyarwi Ahmad, menyebut ada yang berbeda dalam pertemuan Jokowi dengan SBY dan Prabowo. Suasana pertemuan antara Jokowi dan Prabowo dinilai lebih cair ketimbang dengan SBY.
 
"Saya lihat cara Jokowi bertemu SBY, ketika ditanya bagaimana kelanjutannya, (media) diminta untuk bertanya ke SBY. Sedangkan dengan Pak Prabowo tidak," kata Nyarwi.
 
Menurut dia, Demokrat belum punya penawaran yang kuat untuk bergabung dengan koalisi pemerintah. Sedangkan, kehadiran Gerindra dinilai dapat memperkuat koalisi.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif