Presiden Joko Widodo saat wawancara khusus dengan Medcom.id di Istana Kepresidenan Bogor. Dok.Istana Kepresidenan.
Presiden Joko Widodo saat wawancara khusus dengan Medcom.id di Istana Kepresidenan Bogor. Dok.Istana Kepresidenan.

Jokowi Cari Peluang dari Status Negara Berpenghasilan Menengah

Nasional presiden jokowi Ekonomi Indonesia
Nur Azizah • 03 Juli 2020 15:09
Jakarta: Presiden Joko Widodo mensyukuri Indonesia telah mengalami kenaikan status dari negara berpenghasilan menengah (lower middle income country) menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas (upper middle income country) per 1 Juli 2020. Kenaikan status tersebut berdasarkan penilaian Bank Dunia.
 
"Kenaikan status ini harus kita syukuri. Dan kita perlakukan sebagai sebuah peluang agar negara kita Indonesia bisa terus maju melakukan lompatan kemajuan agar kita berhasil menjadi negara berpenghasilan tinggi," kata Jokowi seperti dilansir dari video yang diunggah Sekretariat Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2020.
 
Berdasarkan penilaian Bank Dunia, pendapatan nasional bruto (gross national income atau GNI) per kapita Indonesia naik menjadi USD4.050. Sebelumnya, GNI Indonesia di angka USD3.840.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan kita berhasil keluar dari middle income trap," kata Mantan Wali Kota Solo ini.
 
Baca: Indonesia Jadi Negara Berpenghasilan Menengah ke Atas
 
Rabu, 1 Juli 2020, Bank Dunia telah menetapkan status Indonesia sebagai negara berpenghasilan menengah ke atas. Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan GNI per kapita dalam empat kategori, yaitu low income (USD1.035), lower middle income (USD1.036-USD4.045), upper middle income (USD4.046-USD12.535), dan high income (>USD12.535).
 
Klasifikasi kategori ini biasa digunakan secara internal oleh Bank Dunia. Namun juga dirujuk secara luas oleh lembaga dan organisasi internasional dalam Operational Guidelines.
 
Bank Dunia menggunakan klasifikasi tersebut sebagai salah satu faktor untuk menentukan suatu negara memenuhi syarat dalam menggunakan fasilitas dan produk Bank Dunia, termasuk loan pricing (harga pinjaman).
 

(JMS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif