Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

PDI Perjuangan Sinyalkan Reshuffle Usai Pilkada 2020

Nasional reshuffle kabinet
Kautsar Widya Prabowo • 09 Juli 2020 16:30
Jakarta: Presiden Joko Widodo dinilai serius merombak Kabinet Indonesia Maju usai pesta demokrasi pada Desember 2020. Reshuffle ini buntut kekesalan Jokowi yang menyidir menterinya menjalankan work form home (WFH) seperti liburan.
 
"Analisis reshuffle dilaksanakan setelah pilkada (pemilihan kepala daerah) serentak karena Pak Jokowi itu enggak senang ribut-ribut," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Bambang Wiryanto di Kompleks Parlemen, Kamis, 9 Juli 2020.
 
Menurut dia, Presiden Jokowi tidak ingin mengambil keputusan yang berujung polemik di tengah masyarakat. Hal tersebut akan menghambat kinerja para pembantunya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bambang menekankan modal awal yang harus dimiliki menteri di bawah Jokowi yakni kesehatan. Menteri harus mengerti kemauan Jokowi tetap produktif di tengah pandemi virus korona (covid-19).
 
"Jadi kalau Pak Jokowi kemudian terhadap kinerja para menterinya nyentil ya wajar, kan dia yang jadiin (menteri).'Belum sesuai harapanku,' misalnya," tutur Bambang.
 
Presiden Jokowi kembali mengungkapkan kekesalannya kepada menteri. Kepala Negara menginstruksikan jajarannya bekerja keras melawan krisis akibat pandemi korona.
 
Baca: Buah Simalakama Wacana Reshuffle Jokowi
 
"Jangan sampai tiga bulan yang lalu kita menyampaikan bekerja dari rumah, work form home. Yang saya lihat ini kayak cuti malahan," kata Jokowi dalam video rapat terbatas yang diunggah Rabu, 8 Juli 2020.
 
Presiden menyesalkan kinerja para menteri yang terkesan biasa-biasa saja. Dia menekankan pejabat di Kabinet Indonesia Maju bekerja keras di tengah pandemi.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif