Jemaah haji. Foto: MI
Jemaah haji. Foto: MI

Zonasi Berkeadilan Diterapkan di Musim Haji 2020

Nasional ibadah haji
Fachri Audhia Hafiez • 11 Februari 2020 11:58
Jakarta: Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) menerapkan sistem mutakhir dalam penyelenggaraan haji 2020. Salah satunya pembagian area.
 
"Inovasi pertama adalah sistem zonasi berkeadilan," kata Direktur Jenderal (Ditjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Nizar Ali, kepada Medcom.id di Kemenag, Jalan Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin, 10 Februari 2020.
 
Menurut dia, sistem zonasi akan menempatkan jemaah berbasiskan hotel di Arab Saudi. Kemenag menetapkan tujuh wilayah yang menjadi lokasi hotel para jemaah Indonesia, yakni Jarwal, Misfalah, Mahbas Jin, Shisha, Raudhah, Rei Bakhsy, dan Aziziah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan dulu calon haji yang tersesat harus menyebutkan lengkap data spesifik mulai wilayah asal hingga hotel. Kini, mereka cukup menyebutkan nama daerahnya. Lokasi penginapan calon haji dapat mudah diketahui.
 
"Misal dengan adanya zonasi sekali dia bilang, 'Oh dari Sidoarjo' berarti dari Jawa Timur itu ada di Mahbas Jin. Maka petugas haji yang mengantarkan langsung ke Mahbas Jin. Lebih simpel," ujar Nizar.
 
Tahun ini, Kemenag menanggalkan sistem qur'ah atau pengundian yang digunakan untuk menentukan hotel masing-masing kelompok terbang (kloter). Satu hotel akan dikondisikan mengakomodasi seluruh jemaah per kloter.
 
Langkah ini diambil berkaca pada kasus sebelumnya. Ada 10 kloter dari satu daerah masing-masing yang terpisah hotelnya.
 
Zonasi Berkeadilan Diterapkan di Musim Haji 2020
Direktur Jenderal Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Nizar Ali. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
 
"Jadi misalkan Jakarta kloter satu, di hotel ini. Kapasitasnya penuhi dulu, lalu kloter dua, kloter tiga di sebelahnya, sebelahnya terus gitu. Jadi ini memudahkan untuk koordinasi dan seterusnya," ungkap Nizar.

Evaluasi jemaah

Kemenag berharap jemaah haji patuh terhadap taklimatul hajj atau regulasi penyelenggaraan ibadah haji. Jemaah harus memperhatikan proses saat manasik haji. Nizar mengatakan manasik haji diupayakan memberi pengetahuan selain prosesi ibadah di Tanah Suci.
 
"Misalkan menjaga kebersihan di toilet itu saja. Ada juga kasus mereka justru karena dari orang desa yang enggak pernah kena AC, dia merasa keberatan, kedinginan. Manasik haji itu tidak saja pada aspek ibadahnya. Tapi pada aspek-aspek ini juga yang penting," ujar Nizar.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif