NEWSTICKER
Presiden Joko Widodo ditemani Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup meninjau posko penanganan karhutla/Medcom.id/Nur Azizah
Presiden Joko Widodo ditemani Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup meninjau posko penanganan karhutla/Medcom.id/Nur Azizah

Jokowi Minta Pemda Riau Sigap Padamkan Titik Api

Nasional kebakaran hutan Kebakaran Lahan dan Hutan
Nur Azizah • 20 Februari 2020 23:03
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh jajaran pemerintah daerah Riau sigap menangani titik api. Ia tak mau petugas baru bekerja saat api sudah membesar.
 
"Kita punya Babinsa, Babinkamtibmas, beri tahu mereka. Gubernur, bupati, wali kota, ada kepala desa, beri tahu mereka. Kalau ada api sekecil apapun segera padamkan, jangan sampai meluas dan sulit diselesaikan," kata Jokowi saat meninjau posko penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, Kamis, 20 Januari 2020.
 
Jokowi menginstruksikan peningkatan frekuensi pemeriksaan di lapangan. Fungsi pengawasan sangat vital mencegah karhutla tidak meluas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya minta frekuensi patroli lapangan terutama di wilayah rawan kebakaran tolong diperintahkan sehingga penguasaan lapangannya betul-betul bisa kita kuasai," ujar Jokowi.
 
Jokowi Minta Pemda Riau Sigap Padamkan Titik Api
Presiden Joko Widodo bersama Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya sertaKapolda Riau, Irjen Setya Imam Effendi di posko penanganan karhutla/Medcom.id/Nur Azizah.
 
Kapolda Riau, Irjen Setya Imam Effendi, memastikan jajarannya akan menjalankan perintah Kepala Negara. Dia menjelaskan pada Presiden terkait sarana di posko penanganan karhutla.
 
Dalam posko, sudah ada dashboard berisi seluruh informasi dari empat satelit untuk mendeteksi titik api. Empat satelit yakni Noah, Aqua, Terra, dan satelit dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).
 
"Dari pemantauan kami dari tanggal 1 Januari sampai sekarang itu ada 786 titik panas (hot spot). Kami sudah menggunakan dashboard untuk menanganinya. Hasil verifikasi kami di lapangan dengan mendatangi langsung titik api di koordinat sebagaimana informasi dari satelit itu, hanya 455 titik api," papar Setya.
 
Dashboard tersebut juga berisi beragam informasi mengenai lahan gambut, perkiraan cuaca, arah angin, hingga kepemilikan lahan. Termasuk informasi kondisi sekolah, embung, kanal, sekat kanal, Polsek, Polres, lahan perusahaan, hingga helipad yang dekat lokasi.
 
"Kami juga bisa memobilisasi sumber daya manusia, peralatan, dan sumber daya lain untuk keperluan pemadaman. Kami memetakan di mana letak peralatan-peralatan itu ada, pos-pos BNPB yang ada di kabupaten kami data, Polsek dan Koramil kami data, demikian juga perusahaan-perusahaan yang memiliki alat pemadaman juga kami data," kata Setya.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif