Lion Air (Foto:MI/Sumaryanto)
Lion Air (Foto:MI/Sumaryanto)

Ketua MPR Berharap Masalah Ground Handling Tak Mengganggu Investasi

Nasional berita mpr
Pelangi Karismakristi • 25 Mei 2016 10:58
medcom.id, Jakarta: Ketua MPR Zulkifli Hasan berharap permasalahan pelayanan ground handling maskapai Lion Air dan Air Asia bisa diselesaikan dengan baik.
 
"Tindakan tegas penting, tapi jangan sampai mengganggu investasi," ujar Zulkifli Hasan kepada Metrotvnews.com di Jakarta, akhir pekan lalu.
 
Menurut Zulkifli Hasan, bagaimana pun cara penyelesaiannya, yang terpenting adalah tidak mengganggu investor yang sudah menanamkan modal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan sampai terganggu. Karena akan menyangkut tenaga kerja, pajak, pendapatan negara, dan transportasi," tutur politikus PAN ini.
 
Badan Reserse Kriminal Polri menyelidiki kasus salah antar penumpang Lior Air di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Tidak menutup kemungkinan ada tindak pidana dalam kasus tersebut.
 
Pesawat Lion Air JT161 dari Singapura parkir di R51 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa, 10 Mei 2016. Pada saat bersamaan, pesawat Lion Air yang mendarat dari Padang, parkir di R56.
 
Kesalahan terjadi saat bus mengantarkan penumpang ke terminal. Bus penjemput penumpang membawa penumpang Lion Air dari Singapura yang seharusnya ke terminal internasional, malah diantar ke terminal domestik.
 
Kejadian serupa terulang di Bandara Ngurah Rai, Bali. Pesawat AirAsia QZ509 dari Singapura mendarat di Bali, Senin, 16 Mei 2016 malam. Sebanyak 47 penumpang yang turun lebih awal dibawa ke terminal domestik oleh bus antar jemput.
 
Buntut dari dua kesalahan itu, Kementerian Perhubungan menjatuhkan sanksi terhadap Lion Air dan AirAsia. Ground handling (kegiatan pelayanan penumpang dan bagasi) dua maskapai itu di Bandara Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai dibekukan sementara.
 
PT Lion Mentari Airlines selaku operator maskapai Lion Air memprotes pembekuan itu dengan melaporkan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo ke Bareskrim Polri. Pemberian sanksi sebelum proses investigasi selesai dianggap sebagai penyalahgunaan wewenang.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif