Ketua Komisi IX DPR, Felly Estelita Runtuwene. DOK Istimewa
Ketua Komisi IX DPR, Felly Estelita Runtuwene. DOK Istimewa

Pimpinan Komisi IX DPR Usul Pemerintah Terapkan Lockdown Parsial

Nasional Virus Korona DPR RI
Fachri Audhia Hafiez • 06 Januari 2021 06:06
Jakarta: Pemerintah perlu melakukan terobosan dalam penanganan pandemi covid-19. Gerakan 3M, meliputi menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir, dinilai tidak cukup.
 
"Pemerintah harus melakukan lompatan. Misalnya, dengan lockdown parsial," kata Ketua Komisi IX DPR, Felly Estelita Runtuwene, dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Januari 2021.
 
Dia menilai lockdown parsial akan memaksimalkan peran pemerintah daerah (Pemda) mengurangi angka kasus covid-19. Sekaligus, mengoptimalkan pelayanan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan pasien.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usulan legislator NasDem itu merujuk data kasus aktif covid-19 nasional yang belum menurun. Data Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menempatkan Indonesia di posisi 20 sebagai negara dengan jumlah kasus positif covid-19 tertinggi per 5 Januari 2021.
 
Felly juga mendorong Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggerakkan Pemda untuk menekan angka kasus covid-19. Protokol kesehatan mesti diterapkan ketat.
 
(Baca: Wiku: Keterisian Ruang ICU dan Isolasi Mengkhawatirkan)
 
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga kerap kesulitan mengoordinasikan penanganan covid-19. Pasalnya, Kemenkes tidak memiliki kewenangan berkoordinasi dengan Pemda.
 
"Maka kerja sama antarlembaga dan lintas sektoral itu sangat penting, terutama antarkementerian, juga antara Pemerintah Pusat dan Pemda," ujar dia.
 
Wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Utara ini juga mendorong Pemda melakukan terobosan terkait fasilitas bagi pasien tanpa gejala. Pemda bisa menggunakan gedung-gedung sekolah atau gedung milik pemerintah untuk perawatan.
 
Fasilitas penunjang untuk pasien isolasi mandiri juga mesti tak luput dari perhatian Pemda. Pasalnya, tidak semua keluarga mampu menyediakan ruang khusus untuk isolasi mandiri. Misalnya, di satu rumah, masih ditemukan banyak anggota keluarga tidur dan tidak ada ruang untuk isolasi mandiri.
 
"Pemda tidak boleh menutup mata atas fakta tersebut dan harus mencari solusinya,” ujar Felly.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif