Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Penyelenggaraan Sidang Tahunan 2020 Disebut Lebih Berat

Nasional DPR RI
Anggi Tondi Martaon • 14 Agustus 2020 05:19
Jakarta: Penyelenggaraan Sidang Tahunan MPR, DPR dan DPD dirasa lebih berat daripada sebelumnya. Sebab, agenda tahunan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Indonesia itu diselenggarakan di tengah pandemi virus korona.
 
"Karena dalam problem tidak normal, maka otomatis dalam mengadakan acara seperti ini harus disesuaikan dengan yang ada," kata Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Achmad Dimyati Natakusumah kepada Medcom.id, Kamis, 13 Agustus 2020.
 
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyampaikan fokus penyelenggara kali ini tidak hanya pada kelancaran sidang. Namun, harus memastikan meminimalkan potensi penyebaran covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Panitia penyelenggara sudah membuat beberapa kebijakan khusus pada sidang tahunan kali ini. Di antaranya membatasi peserta yang mengikuti sidang secara fisik di Kompleks Parlemen.
 
Anggota DPR dan DPD yang mengikuti sidang langsung di Kompleks Parlemen hanya pimpinan fraksi, alat kelengkapan dewan (AKD). Jumlahnya sebanyak 277 anggota.
 
"Kira-kira anggota DPR yang hadir ya seperempat lah. Sisanya melalui virtual," kata dia.
 
Baca: Progres Perampingan Eselon Mencapai 66 Persen
 
Selain itu, perwakilan pemerintah yang hadir hanya diwakili oleh para menteri koordinator (Menko). Duta besar (dubes) negara sahabat juga tidak diundang mengikuti Sidang Tahun ini di Kompleks Parlemen.
 
Bagi peserta sidang yang mengikuti sidang tahunan secara fisik juga harus menjalani tes swab polymerase chain reaction (PCR). Kebijakan ini dilakukan dengan melibatkan sejumlah rumah sakit (RS).
 
Pihak penyelenggara juga harus memastikan kesiapan jaringan internet. Sehingga, anggota DPR, DPD maupun masyarakat bisa mengikuti sidang tahunan dengan lancar.
 
"Jangan sampai internetnya bermasalah. Ini kan harus dipersiapkan semua," kata dia.
 
Penyelenggara juga harus memastikan kesiapan infrastruktur pendukung protokol kesehatan selama sidang berlangsung. Di antaranya alat pengecekan suhu tubuh, memperbanyak tempat cuci tangan, hand sanitizer hingga mensterilkan lokasi sidang dengan disinfektan.
 
"Penyemprotan juga dilakukan berulang-ulang. Tidak hanya satu kali untuk memastikan lokasinya itu steril dan bebas dari covid-19," ujar dia.
 
Dimyati menyampaikan seluruh persiapan di atas membuat anggaran penyelenggaraan sidang 2020 lebih besar. Namun dia tidak memerinci berapa anggaran yang dihabiskan untuk mempersiapkan kebutuhan penyelenggaraan sidang di tengah covid-19.
 
"Walaupun yang hadir lebih sedikit, tapi ini cost-nya sangat mahal karena kan harus dilengkapi dengan protokol kesehatan," ucap dia.
 
Dimyati menyampaikan pihak panitia penyelenggara sidang tahunan juga bekerja sama dengan sejumlah pihak. Di antaranya, kepolisian, TNI, departemen kesehatan dan pihak lainnya.
 
"Jadi kita betul-betul full agar keamanan terjaga. Baik keamanan secara anarkis, destruktif dan juga kesehatan," ujar dia.
 
Meskipun cukup berat, Dimyati menyampaikan persiapan yang dilakukan sudah cukup baik. Diharapkan, agenda tahunan penyampaian laporan kinerja pemerintah itu berjalan dengan lancar dan terhindar dari penyebaran virus korona.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif