Ilustrasi Gedung Komisi Pemilihan Umum. Medcom.
Ilustrasi Gedung Komisi Pemilihan Umum. Medcom.

Gugatan Evi Tak Mengganggu Proses Pergantian Antar Waktu

Nasional kpu pileg
Anggi Tondi Martaon • 21 April 2020 05:07
Jakarta: Gugatan Evi Novida Ginting Manik dipastikan tidak mengganggu proses pergantian antar waktu komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU). Komisi II tetap bisa melanjutkan proses pergantian sesuai ketentuan.
 
"Tetap lanjut tidak ada masalah," kata Anggota Komisi II Guspardi Gaus kepada Medcom.id, Senin, 20 Maret 2020.
 
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai pemberhentian yang dialami oleh Evi juga tidak menyalahi aturan. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) berwenang menghentikan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) jika memiliki masalah hukum atau melanggar etika.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Artinya apa yang dilakukan oleh DKPP dan usulan dari kita meminta presiden mengeluarkan SK dalam rangka mengisi kekosongan komisioner sudah sesuai dengan ketentuan perartuan yang berlaku," kata dia.
 
Baca: Komisi II Belum Proses Pergantian Evi Damanik
 
Guspardi menghormati upaya hukum yang dilakukan oleh Evi. Menurutnya, hal itu merupakan hak konstitusional yang dimiliki setiap warga negara.
 
Namun, proses pergantian tetap harus dilakukan. Kekosongan harus segera diisi agar tugas yang ditinggalkan bisa dilanjutkan oleh penggantinya.
 
"Kita meminta agar segera mengisi kekosongan komisioner dalam rangka terjadi kekosongan dan tugasnya bisa dilaksanakan oleh penggantinya," ujar dia.
 
Eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Evi bersama Tim Advokasi Penegak Kehormatan Penyelenggara Pemilu menggugat pemberhentian yang dialaminya. Gugatan disampaikan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dengan Nomor 82/G/2020/PTUN.JKT.
 
Evi meminta pengadilan membatalkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 34/P Tahun 2020. Sebab, keputusan tersebut berlandaskan keputusan sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Nomor 317-PKE-DKPP/X/2019 dinilai cacat hukum.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif