Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Keputusan Penyelenggaran Pilkada Disarankan Maksimal Juni

Nasional Pemilu Serentak 2020
Kautsar Widya Prabowo • 14 Mei 2020 08:48
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai harus memutuskan waktu penyelenggaraan pilkada paling lambat Juni 2020. Pasalnya, peserta pilkada perlu melakukan persiapan yang matang untuk pencalonannya di tengah situasi covid-19.
 
"Khususnya (peserta harus persiapkan) pembiayaan pencalonan dan penegakan hukum pilkada," ujar Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini kepada Medcom.id, Rabu, 13 Mei 2020.
 
Titi juga meminta KPU membuat perencanaan dan penganggaran yang menyeluruh sesuai kondisi nyata di lapangan jika kekeh menggelar pilkada pada Desember 2020. Semua perencanaan harus dipastikan sesuai protokol penanganan covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apabila kenyataannya di lapangan tidak mendukung, KPU harus berani tegas untuk tidak menggelar pilkada pada Desember 2020. KPU sebagai lembaga mandiri mesti cepat mengambil sikap.
 
"Kerugian hukum, politik, ekonomi, maupun sosial terjadi akibat kebijakan yang lambat, tidak matang, dan dipaksakan," jelasnya.
 
Baca: KPU Dinilai Belum Siap Selenggarakan Pilkada di Akhir 2020
 
Presiden Joko Widodo menunda Pilkada 2020 hingga Desember 2020. Penundaan tertuang dalam Perppu Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Perppu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.
 
Penundaan hingga akhir tahun belum final. Bila pandemi belum usai, pemerintah menjadwalkan ulang penyelenggaraan Pilkada 2020.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif