Sandiaga Posisikan Diri Sebagai Politikus Saat Kritik Jokowi
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/Surya Perkasa
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno sempat membuat pernyataan kontroversial. Ia menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo sama dengan Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Dia bilang persamaan antara keduanya yakni terkait perkembangan ekonominya. Sandi mengatakan di Indonesia maupun di Malaysia kegiatan ekonomi sama-sama lesu.

"Saya ditanya apa persamaannya? Kalau persamaannya yang jelas adalah tentang isu ekonomi. Di Malaysia itu tentang lapangan pekerjaan dan biaya hidup yang semakin tinggi. Itu tidak berhasil dipecahkan oleh pemerintah sebelumnya," kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Juni 2018.


Hal itu pun terjadi di Indonesia. Menurut Sandi lapangan pekerjaan tidak terbuka lebar untuk rakyat sehingga tidak bisa mengatasi pengangguran dan mengurangu tingkat kemiskinan masih 400 ribu. 

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini menuturkan isu lapangan pekerjaan, tingginya biaya hidup, harga bahan pokok dan pangan menjadi yang paling digarisbawahi karena belum berhasil diatasi.

Namun, pernyataan tersebut dianggap tak etis oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Sandi pun meralat pernyataan tersebut ia lontarkan bukan berlatar belakang sebagai wakil gubernur melainkan sebagai politikus Partai Gerindra. 

Lebih lanjut Sandi tidak mengaku tak tahu bila sebagai pejabat pemerintahan tak diperkenankan berbicara soal politik praktis antarhubungan pemerintahan. ia meminta pihak Kementerian Dalam Negeri memberikan aturan.

"Konteksnya adalah waktu kami ditanya dalam situasi bukan saya sebagai wakil gubernur. Saya bicara waktu itu sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina dan Ketua Tim Pemenangan Gerindra di Pilpres 2019. Kalau sebagai wakil gubernur sangat mendukung Pemerintah Pusat," 

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyayangkan pernyataan orang nomor dua di DKI itu. Menurut Tjahjo, pernyataan Sandi sangat tidak etis. 

"Tidak etis pernyataan Wagub DKI Sandiago Uno dikaitkan Pak Jokowi dan mantan PM Malaysia," kata Tjahjo.



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id