Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan. (Foto: MI/Mohamad Irfan)
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan. (Foto: MI/Mohamad Irfan)

Pendiri Demokrat Diberi Sanksi Disiplin

Nasional partai demokrat
Whisnu Mardiansyah • 04 Juli 2019 11:59
Jakarta: Partai Demokrat memastikan tak menoleransi sikap Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) partai yang mempersoalkan pembentukan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma). Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menyebut manuver politik mereka merupakan masalah internal.
 
"Demi kemaslahatan partai dan soliditas kader Partai Demokrat, kami menempuh penegakan disiplin partai dengan cara-cara internal sebagaimana mekanisme partai yang berlaku," kata Hinca di Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.
 
Hinca mengatakan Demokrat ogah meladeni permintaan dan pernyataan pihak yang mengaku sebagai pendiri partai itu. Sanksi disiplin diberikan agar polemik ini tidak melebar dan mengganggu soliditas kader lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk menangani dan menyelesaikan persoalan ini agar tidak berkembang menjadi perdebatan yang tidak produktif," jelas Hinca.
 
Baca juga:AHY Dinilai Cocok Jadi Menteri Muda Jokowi
 
Hinca juga mengklarifikasi tudingan FKPD bahwa pendirian Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) ilegal. Pembentukan Kogasma sudah sesuai dengan Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat. Sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat No.92/SK/DPP.PD/II/2018.
 
Pembentukan Kogasma menjawab kebutuhan partai untuk menyukseskan Pemilu 2019. Hal ini sejalan dengan program umum Partai Demokrat yang telah disepakati seluruh pengurus.
 
"Untuk itu, tudingan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang menilai Kogasma ilegal merupakan tudingan yang keliru dan tidak berdasar," kata Hinca.
 
Tudingan Kogasma tidak memberikan dampak elektabilitas kepada Partai Demokrat dianggap salah. Sistem pemilu yang menempatkan ambang batas pencalonan presiden 20 persen memaksa partai yang tak memiliki kader di pilpres putar otak demi mempertahankan eksistensi.
 
Baca juga:Suara Kader Demokrat Terbelah
 
Ketiadaan kader di pilpres diprediksi lembaga survei menggerus elektabilitas Partai Demokrat yang diprediksi hanya meraih tiga sampai empat persen suara. Kehadiran Kogasma setidaknya bisa mempertahankan eksistensi partai sehingga meraih tujuh persen suara di Pileg 2019.
 
"Apresiasi yang tinggi patut disampaikan kepada Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan seluruh kader Partai Demokrat," ungkapnya.
 
FKPD Partai Demokrat sebelumnya menilai penunjukan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) tidak sesuai dengan AD-ART Partai Demokrat.
 
"Kogasma itu ilegal, tidak ada dalam AD/ART kepengurusan, saya kasih tahu itu. Ini blak-blakan saya sampaikan," kata Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat FKPD Partai Demokrat, Subur Sembiring saat jumpa pers di kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif