Moeldoko Akui tak Mudah Menghadapi Hoaks
Kepala Staf Khusus Kepresidenan (KSP) Moeldoko - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengakui gagap menghadapi perkembangan isu di media sosial. Itu disebabkan maraknya berbagai berita bohong atau hoaks.

"Melihat perkembangan sekarang ini. Kami gagap menghadapi situasi seperti ini. Serbuan berita yang luar biasa, jadi tak mudah menghadapi itu," kata Moeldoko saat menjadi pembicara di acara seminar tentang media dan kemanusiaan di Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu, 21 Oktober 2018.

Dia mencontohkan berita tentang masuknya 10 juta tenaga kerja asing asal Tiongkok. Isu itu ramai diangkat di media sosial, seolah-olah banyak tenaga kerja asal Tiongkok masuk ke Tanah Air. "Berita itu berita bohong, sungguh tidak bertanggung jawab," ucap dia.


Dia juga sempat gerah menjawab pemberitaan itu. Dia kemudian meminta sejumlah media mainstream ke Kabupaten Konawe, Sulawesi Tengah, untuk membuktikan ketidakbenaran isu itu.

Dia pun ikut terjun langsung ke Konawe. Di sana, dia menyanyakan langsung soal keberadaan tenaga kerja asing.

Baca: Tangkal Hoaks dengan KUHP

Hasilnya, tak ada perbedaan perlakuan antara tenaga kerja asing di Konawe. Jumlahnya pun tak seperti yang diisukan.

Namun, dia mengakui pendapatan yang didapatkan tenaga kerja asing lebih besar. Itu karena mereka bekerja di luar jam kerja, sehingga mendapat uang lembur.

Pekerja yang datang ke Indonesia tak sembarangan. Mereka memiliki keahlian khusus di bidangnya. "Mereka tenaga ahli, walaupun membangun tower dia ahli di bidang itu. Tenaga Indonesia belum mampu. Mampu tapi kalau dengan tenaga dari Thiongkok tiga minggu selesai, tenaga Indonesia tiga bulan baru selesai. Investor kan tidak mau begitu," pungkas dia.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id