Ketua MPR Zulkifli Hasan didampingi Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie saat membuka Konferensi Etika Nasional di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Foto: MTVN/Damar Iradat
Ketua MPR Zulkifli Hasan didampingi Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie saat membuka Konferensi Etika Nasional di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Foto: MTVN/Damar Iradat

Ketua DKPP Nilai Sanksi Etik Bisa Mendidik Pejabat Nakal

Nasional dewan etik
Damar Iradat • 05 April 2017 14:03
medcom.id, Jakarta: Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie bicara soal perbedaan sanksi etika dan sanksi hukum. Sanksi etika dinilai bisa lebih efektif.
 
"Sanksi hukum hanya menghukum, sedangkan sanksi etika ada peringatan sifatnya mendidik," kata Jimly saat memberi sambutan dalam 'Pra Konfrensi Nasional Etika Berbangsa dan Bernegara' di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu, 5 April 2017.
 
Menurut Jimly, jika seseorang pejabat yang sudah diberi sanksi etika tapi tak bisa dididik, orang itu seharusnya diberhentikan dari jabatannya. Namun, memberhentikan bukan berarti menyakiti atau membalas kesalahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lagi pula, lanjut dia, jika akhlak dan moral bangsa tidak terdidik di Indonesia, etika hanya akan menjadi lautan tempat keadilan hukum. Hukum hanya mengapung.
 
Jika begitu, kata Jimly, bangsa Indonesia tidak berharap hukum dapat berlayar membawa keadilan jika lautnya atau etika tidak berfungsi. Karena itu, ia mengajak untuk mengapilkasikan sistem hukum etika.
 
"Sistem etika selama ini masalah privat. Pada tahun 1997 pernah menawarkan ide undang-undang etika pemerintah, tapi mayoritas guru besar menolak," tegasnya.
 
Padahal, kata dia, negara seperti Amerika Serikat sudah mulai mengapilkasikan hukum etika. Hal ini selaras dengan anjuran dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.
 
"50 negara bagian Amerika semua sudah punya sistem kode etik, mempunyai kewenangan memecat legislatif dan eksekutif. Jadi, sistem etika harus sinergi dengan hukum, jangan dicampuradukan," kata dia.
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif