Diskusi Cross Check by Medcom.id bertajuk 'Menguak Sebab BPJS Membengkak'. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Diskusi Cross Check by Medcom.id bertajuk 'Menguak Sebab BPJS Membengkak'. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Pemerintah Diminta Tunda Kenaikan Iuran BPJS Kelas III

Nasional BPJS Kesehatan
Fachri Audhia Hafiez • 01 Desember 2019 16:42
Jakarta: Anggota Komisi IX DPR, Anwar Hafid, meminta pemerintah membekukan kenaikan iuran peserta mandiri Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kelas III. Pasalnya, peserta kelas III banyak diisi warga tidak mampu.
 
"Temuan kita di lapangan, peserta BPJS kelas III mandiri ini sesungguhnya mereka masih tergolong orang-orang miskin. Ada juga yang tergolong dalam pekerja informal yang tidak memiliki gaji tetap," kata Anwar dalam diskusi Cross Check by Medcom.id bertajuk 'Menguak Sebab BPJS Membengkak' di Upnormal Coffee and Roasters, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 1 Desember 2019.
 
Anwar mengatakan peserta kelas III kerap mengeluhkan tidak mampu membayar iuran. Tidak tepat jika peserta justru dibebani dengan kenaikan iuran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Politikus Partai Demokrat ini menyarankan agar peserta kelas III disuntik subsidi. "Diharapkan supaya pemerintah menyubsidi mereka, sambil dilakukan pembenahan terhadap carut marutnya persoalan BPJS," ujar Anwar.
 
Pemerintah juga didorong memperhatikan anggaran kesehatan untuk rakyat. Hal ini sekaligus membenahi sistem pelayanan kesehatan yang kerap bermasalah.
 
"Komisi IX mendorong kepada menteri kesehatan untuk melakukan kajian terhadap Kementerian Kesehatan. Supaya dalam anggaran kesehatan berikutnya kita berpihak kepada masyarakat, khususnya pelayanan dasar kesehatan," ujar dia.
 
Penaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen terangkum dalam Pasal 34 Perpres Nomor 75 Tahun 2019. Iuran peserta BPJS Kesehatan untuk kelas III ditetapkan Rp42 ribu dari semula Rp25.500, kelas II Rp110 ribu dari semula Rp51 ribu, dan kelas I Rp160 ribu dari Rp80 ribu. Penaikanini mulai berlaku 1 Januari 2020

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif