Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

PPP Tolak Ambang Batas Parlemen DInaikkan

Nasional pemilu partai politik
Cindy • 14 Januari 2020 15:49
Jakarta: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menentang usulan kenaikan ambang batas parlemen menjadi 5 persen. Ambang batas 4 persen dinilai sudah ideal.
 
"PPP menginginkan sebisa mungkin ambang batas tidak dinaikkan," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.
 
Menurut dia, banyak suara masyarakat terancam tak terwakili di Parlemen jika ambang batas naik. Pasalnya, hanya segelintir partai politik yang bisa lolos ke Senayan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait sistem proporsional tertutup, kata dia, PPP terbuka dan menerima sistem pemilu itu. Hanya saja, sejumlah syarat perlu diterapkan agar sistem proporsional tertutup tidak menimbulkan oligarki partai.
 
"Dengan menetapkan syarat-syarat untuk menjadi calon sesuai dengan nomor urut," ucap Wakil Ketua MPR itu.
 
PDI Perjuangan menyuarakan penaikan ambang batas parlemen dalam rapat kerja nasional (rakernas). Partai berlambang banteng bermoncong putih itu mengusulkan ambang batas menjadi 5 persen.
 
PDI Perjuangan juga ingin mengubah besaran daerah pemilihan menjadi 3-10 kursi untuk DPRD provinsi dan kabupaten/ota dan 3-8 kursi untuk DPR RI. Hal ini dinilai bisa menyederhanakan sistem kepartaian.
 
"Itu dalam rangka mewujudkan presidensialisme dan pemerintahan efektif dan penguatan serta penyederhanaan sistem kepartaian serta menciptakan pemilu murah," kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif