Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Survei: Eletabilitas Gerindra Menurun, PDIP dan PSI Naik

Nasional survey politik partai politik
Medcom • 28 Oktober 2020 12:50
Jakarta: Elektabilitas mayoritas partai politik dalam tiga bulan terakhir stagnan. Hanya tiga partai yang mengalami perubahan, PDIP, Gerindra dan PSI.
 
Hal itu terlihat dari hasil survei Y-Publica yang dilakukan pada 11-20 Oktober 2020 dengan 1200 responden yang tersebar di seluruh provinsi.
 
PDIP masih di puncak, di mana elektabilitasnya pada bulan Maret sebesar 30,3 persen, kemudian naik menjadi 31,2 persen. Sedangkan PSI dari 2,7 persen pada bulan Maret, menjadi 4,7 persen.
 
Sementara itu Gerindra elektabilitasnya turun dari 15,2 persen pada bulan Maret menjadi 13,8 persen. Parpol-parpol besar dan menengah lainnya hanya turun 0,1-0,2 persen atau relatif mengalami stagnasi sejak bulan Juli.
 
“Elektabilitas partai-partai politik stagnan, hanya Gerindra yang melorot, sedangkan PDIP dan PSI naik elektabilitasnya,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam keterangan tertulianya, Rabu 28 Oktober 2020.
 
Menurut Rudi, elektabilitas Gerindra berubah setelah bergabung dalam pemerintahan Jokowi. Meski sejumlah figur Gerindra masih mencoba bersikap kritis terhadap pemerintah, tetapi sulit untuk mempertahankan elektabilitas partai.
 
Di bawah Gerindra ada Golkar dengan elektabilitas 8,3 persen. Lalu PKB (5,9 persen), PKS (5,4 persen), Nasdem (3,9 persen), Demokrat (3,4 persen), PPP (2,4 persen), dan PAN (1,2 persen). Sisanya adalah parpol-parpol papan bawah yang elektabilitasnya di bawah 1 persen.
 
Hanura (0,8 persen), Perindo (0,6 persen), dan Berkarya (0,3 persen). Tiga parpol yaitu PBB, PKPI, dan Garuda kehilangan potensi pemilih karena hanya mendapat 0 persen.
 
“Pemilu 2024 juga bakal diramaikan parpol-parpol baru, di antaranya Gelora (0,1 persen) dan Partai Ummat masih 0 persen,” kata Rudi.
 
Survei Y-Publica dilakukan pada 11-20 Oktober 2020 dengan 1200 responden yang tersebar di seluruh provinsi. Survei dilakukan melalui sambungan telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error ±2,89 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.
 
(FZN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif