NEWSTICKER
Ali Mochtar Ngabalin. Foto: MI/Mohamad Irfan.
Ali Mochtar Ngabalin. Foto: MI/Mohamad Irfan.

Ahok Dinilai Punya Kapasitas Kelola Ibu Kota Baru

Nasional Ibu Kota Baru
Candra Yuri Nuralam • 08 Maret 2020 22:59
Jakarta: Istana meminta masyarakat tak berpolemik penunjukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai calon kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru. Penunjukan itu sepenuhnya menjadi hak prerogatif presiden.
 
"Kalau nanti bapak presiden tunjuk Ahok menjadi CEO untuk ibu kota negara baru apanya yang jadi masalah?," kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin di Upnormal Caffe Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu 8 Maret 2020.
 
Ngabalin mengatakan Ahok penunjukan Ahok murni karena kapasitasnya. Ahok dinilai mempunyai kemampuan manajerial yang bagus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau dia punya kemampuan kalau dia punya leadership kalau dia punya management yang bagus, kalau dia memberikan perhatian full terhadap kepercayaan amanah yang diberikan diberikan untuk memimpin CEO dari ibu kota negara," ujar Ngabalin.
 
Ngabalin meminta masyarakat tidak mempermasalahkan pencalonan Ahok mengelola ibu kota baru. Dia meminta masyarakat tidak mengaitkan kasus yang pernah menjeratnya dalam masalah ini.
 
Baca:Ahok Jadi Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Baru
 
"Kalau nanti presiden memilih Ahok kenapa ente yang sakit, kenapa ente yang punya badan gatel-gatel, kenapa ente yang kena asam lambung jangan dong segera move on jangan jadi orang yang tidak waras melihat masalah ini masalah bangsa," tegasnya.
 
Presiden Joko Widodo membeberkan sejumlah kandidat kepala otorita ibu kota negara baru di Kalimantan Timur. Mereka yakni Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tumiyono, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas.
 
"Kandidatnya ada banyak, namanya kandidat memang banyak. Satu, Pak Bambang Brodjonegoro, dua Pak Ahok, tiga Pak Tumiyono, empat Pak Azwar Anas, cukup ya," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020.
 
Jokowi segera menandatangani peraturan presiden (perpres) terkait badan otorita ibu kota negara baru dalam waktu dekat. Dia juga akan mengumumkan kepala badan otorita ibu kota negara baru pekan depan.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif