Perajn memproduksi kerajinan rotan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Kamis, 14 Mei 2020. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Perajn memproduksi kerajinan rotan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Kamis, 14 Mei 2020. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Pemerintah Disarankan Beri Bantuan Tunai kepada UMKM

Nasional Virus Korona umkm
Medcom • 22 Mei 2020 23:46
Jakarta: Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) 'menjerit' akibat lesunya ekonomi di tengah pandemi virus korona (covid-19). Untuk itu, pemerintah diusulkan memberikan bantuan tunai kepada para pengusaha kecil.
 
“Langkah yang paling jitu adalah bagaimana menghasilkan satu kebijakan yang memberikan aliran dana tunai kepada pengusaha agar mereka bisa bertahan,” kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2020.
 
Kontestan calon wakil presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 itu mengatakan selama dua bulan awal pandemi covid-19, kebanyakan UMKM bertahan dengan uang simpanan. Jika pandemi berlangsung lebih lama, bukan tidak mungkin UMKM menjual asetnya hingga terancam gulung tikar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejatinya, kata dia, hampir 97 lapangan kerja disumbang dari sektor UMKM. Penjualan aset, kata dia, akan berpengaruh kepada kemampuan produksi UMKM. Bantuan tunai bisa memberikan napas lebih panjang kepada UMKM untuk bisa bertahan.
 
Ia mengusulkan ada kredit pemulihan ekonomi rakyat dengan bantuan tunai Rp50 juta. Hal ini bisa membuat UMKM bertahan dua sampai tiga bulan ke depan. Fasilitas ini dipercaya dapat membantu pengusaha kecil menghadapi krisis imbas pandemi covid-19.
 
"Krisis kesehatan sudah teratasi. Begitu ekonomi kita bangkit kembali, sektor UMKM akan menjadi lokomotif bangkitnya ekonomi pascacovid-19,” ujar pengusaha nasional itu.
 
Sandi menambahkan di tengah kondisi ekonomi saat ini, UMKM tak boleh lelah mem-branding produknya. Branding haruslah memiliki ciri khas sebagai pembeda.
 
"Brand itu harus autentik, relevan, dan kalau anak sekarang bilangnya viral. Nah inilah bagaimana perbedaan produk yang satu dibandingkan dengan produk yang lain. Bukan hanya sekadar nama atau logo, tapi juga brand yang melekat dalam ingatan kita,” jelas Sandi.
 
Baca: New Normal Bisa Jadi Tantangan Bagi UMKM
 
Sandi mencontohkan brand lokal produk jamu empon-empon yang meningkat omzetnya saat pendemi covid-19. Dia pun mendukung pengusaha pemula bangkit dan terus mendukung produk lokal. Sandi siap membantu UMKM lokal dalam mempromosikan produknya.
 
“Jika ada keinginan meningkatkan skill gabung dengan Rumah Siap Kerja yang selalu memberikan pelatihan dan wawasan baru untuk kita upskilling dan reskilling. Saat pandemi ini adalah waktu yang tepat untuk investasi ilmu,” jelas Sandi.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif