Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Pengawasan Pelintas Batas Diperketat Selama Pandemi

Nasional Virus Korona
Antara • 08 Juli 2020 04:13
Jakarta: Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Asops Kasad) Mayor Jenderal (Mayjen) Surawahadi mengatakan TNI meningkatkan pengawasan pelintas batas negara selama pandemi virus korona (covid-19) melanda. Pintu masuk legal ataupun ilegal dijaga ketat.
 
"Ada di pos kita yang paling rawan dan memang terbanyak juga untuk yang terkena, yaitu di Pos Entikong. Itu yang paling utama kita," kata Surawahadi dalam rapat dengar pendapat dengan Panitia Kerja Ketahanan Nasional di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2020.
 
Menurut dia, warga negara Indonesia (WNI) yang melintas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalimantan Barat, mencapai 7.839 orang. Sembilan di antaranya positif menderita covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia tak menampik pos yang dilintasi WNI secara ilegal juga banyak jumlahnya. Selain di Kalimantan Barat, ia menyatakan di Kalimantan Timur yang cukup rawan, yakni di PLBN Tunon Taka.
 
Perbatasan dengan Timor Leste pun masuk sebagai daerah rawan pelintasan WNI maupun warga negara asing (WNA) di tengah pandemi covid-19. Data ini terhitung sejak 18 Maret hingga 30 Juli 2020.
 
"Kalau yang di Timtim, jadi memang masing-masing wilayah berbeda, itu yang terbanyak karena juga melintasinya, yaitu di Montaain ada 1.047 orang yang melintas, termasuk dari WNA yang dari saudara kita ada di Timor Leste," ucap Surawahadi.
 
Ia menambahkan TNI menggandeng sejumlah pihak dalam kegiatan ini. TNI bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah (pemda), dan tokoh masyarakat adat terus aktif mengawasi pintu-pintu pelintasan batas negara Indonesia.
 
Baca: Koordinasi Penanganan Covid-19 Antardaerah Diminta Lebih Gencar
 
Sementara itu, Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda Didik Setiyono mengungkapkan daerah perbatasan yang cukup rawan di tengah pandemi covid-19 yakni di sekitar Kepulauan Riau. Pasalnya, ada ratusan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal.
 
"Banyak TKI-TKI ilegal yang sudah diamankan itu hampir 801 orang, yang sudah ditemukan, tercatat oleh TNI AL," jelas Didik.
 

(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif