NEWSTICKER
Ilustrasi pembuatan vaksin. Shutterstock
Ilustrasi pembuatan vaksin. Shutterstock

Bibit Vaksin Korona Bisa Tersedia Kurang dari Setahun

Nasional Virus Korona
Fachri Audhia Hafiez • 15 Maret 2020 16:03
Jakarta: Wakil Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Herawati Sudoyo menyebut Indonesia mampu membuat bibit vaksin virus korona (covid-19). Bibit vaksin diprediksi tersedia dalam waktu tak lama.
 
"Bisa kurang dari satu tahun untuk memiliki bibit," kata Herawati dalam diskusi Cross Check Medcom.id bertajuk 'Jangan Ada Rahasia di Antara Korona' di Upnormal Coffee and Roasters Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 15 Maret 2020.
 
Waktu pembuatan bibit vaksin ini tergantung sumber daya manusia dan anggaran yang dikerahkan. Semakin banyak SDM dan anggaran berbanding lurus dengan kecepatan penemuan vaksin virus yang terdeteksi pertama kali di Wuhan, Tiongkok, ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seandainya memang ini dirasa merupakan prioritas dan saya tidak tahu bagaimana sebenarnya pendanaannya, dari teman-teman di DPR," ujar Herawati.
 
Bibit Vaksin Korona Bisa Tersedia Kurang dari Setahun
Diskusi Cross Check Medcom.id bertajuk Jangan Ada Rahasia di Antara Korona. Medcom.id/Fachri Audhia

Baru tahap pembicaraan

Pembuatan bibit vaksin di Indonesia baru tahap pembicaraan. Beberapa kementerian dan lembaga sudah menginisiasi langkah penanganan Covid-19 itu.
 
Eijkman sudah diajak bersama Kementerian Kesehatan berdiskusi untuk memperkuat program pembuatan vaksin ini. Lembaga penelitian dan beberapa perguruan tinggi bakal dilibatkan dalam mengembangkan vaksin.
 
"Pemerintah melalui beberapa kementerian misalkan berpikir ke arah sana. Jadi tadi pertama inisiasi adalah Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional dengan BUMN pemerintah (yakni) Bio Farma yang sudah membicarakan hal tersebut," ujar Herawati.
 
Baca: Bio Farma Siap Kembangkan Vaksin Korona
 
Setiap negara yang terjangkit virus korona, menurut Herawati, mulai mengembangkan vaksin masing-masing. Namun setiap negara dipastikan akan memprioritaskan kebutuhan vaksin untuk warganya.
 
"Setiap negara akan membuat vaksin yang tentunya prioritas diberikan kepada bangsanya sendiri. Kita harus mulai memikirkan untuk Indonesia juga," pungkas Herawati.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif