Kepala BNPT Boy Rafli Amar di DPR, Rabu, 15 September 2021. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Kepala BNPT Boy Rafli Amar di DPR, Rabu, 15 September 2021. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

3 Motif Terorisme Versi Kepala BNPT

Nasional terorisme Teror Teroris Aksi Teror radikalisme
Antara • 15 September 2021 22:49
Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar menjelaskan tiga motif terorisme di Indonesia. Hal ini disinggung dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR.
 
"Tiga motif yang diamanatkan dalam undang-undang (UU), yakni ideologi, politik, dan gangguan keamanan," kata Boy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 15 September 2021.
 
Menurut dia, para teroris tidak mengusung Ideologi Pancasila, tetapi merujuk ideologi yang mereka yakini sendiri. Karakteristik ideologi ini ialah intoleran, kekerasan, menghalalkan segala cara, hingga bisa mengkafirkan orang lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Politiknya ingin berkuasa atau ingin merebut kekuasaan bahkan dengan cara kekerasan kepada orang-orang yang tidak sejalan dengan mereka. Bahkan, mereka bisa melawan negara," tegas Boy.
 
Baca: Ditangkap Densus 88, Karyawan Kimia Farma Kena Skors
 
Terkait gangguan keamanan, hal ini bisa dilatarbelakangi motif balas dendam. Motif ini juga bisa terkait ekonomi yang pelakunya kemudian terjebak pada persoalan terorisme karena menggunakan cara-cara kekerasan.
 
Boy mencontohkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Dari ideologi, mereka tidak sesuai dengan Pancasila karena ingin merdeka. 
 
Dari sisi politik, mereka ingin membuat negara sendiri. Untuk gangguan keamanan, ada banyak sekali masyarakat sipil yang ditembak dan meninggal dunia.
 
Boy menjelaskan pemerintah mengategorikan KKB di Papua sebagai entitas atau individu yang melakukan tindakan terorisme. Hal itu menguatkan langkah-langkah hukum terhadap aksi mereka.
 
"Kalau menempatkan mereka sebagai jaringan teroris, BNPT bisa melaksanakan program pencegahan atau kontraradikalisasi," kata Boy.
 
Radikalisasi oleh KKB di Papua, kata dia, dilakukan dengan sistematis dan dibantu mitra dari luar negeri. Mereka juga mempropagandakan misinformasi sehinga harus dilakukan kontra radikalisasi sesuai dengan undang-undang.
 
"Kalau ada warga yang cinta NKRI kita harus rangkul dan pupuk mereka. Jangan sampai orang Papua, lebih percaya pada propaganda melawan pemerintah," kata Boy.
 
Anggota Komisi III DPR juga mengapresiasi pernyataan Boy Rafli Amar yang mengatakan terorisme tidak ada kaitannya sama sekali dengan agama. Di samping itu, BNPT diharap memetakan sumber radikalisme di Indonesia.
 
"Sehingga tidak ada lagi yang mempersepsikan agama dengan radikalisme dan terorisme," harap anggota DPR Habiburokhman.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif