KPU Siap Hadapi Gugatan OSO
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman memastikan pihaknya siap menghadapi gugatan yang dilayangkan Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Nama OSO dicoret dari pencalonan anggota DPD. 

"Setiap kebijakan KPU harus dipertanggungjawabkan. Kita siap untuk itu," kata Arief di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat, 21 September 2018. 

Arief menganggap gugatan yang diajukan OSO wajar. Ruang itu memang diberikan oleh undang-undang. 


"Kalau ada yang tidak sepakat dan tidak sepaham dengan keputusan KPU, silakan ditempuh jalur sebagaimana yang ditentukan oleh undang-undang. Tetapi jangan melakukan sesuatu di luar undang-undang," tukas dia.  

Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan pihaknya menghormati langkah yang diambil OSO. KPU siap menghadapi gugatan OSO. 

(Baca juga: OSO tak Terima Dicoret sebagai Calon Anggota DPD)

"Kita siap menghadapi dan menghormati apa yang dilakukan oleh Pak OSO. Siapa saja yang mengajukan ajudikasi, kita tinggal menunggu undangan dari Bawaslu," tandas dia. 

KPU mencoret OSO dari daftar calon tetap (DCT) anggota DPD karena tidak menyerahkan surat pengunduran diri dari kepengurusan partai hingga hari terakhir atau Rabu, 19 September 2018, sebelum penetapan DCT.

Keputusan KPU tersebut berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan bahwa anggota DPD sejak Pemilu 2019 dan pemilu-pemilu setelahnya tidak boleh diisi oleh pengurus partai politik.

Namun, pihak OSO Sapta menilai keputusan KPU tersebut merupakan pelanggaran administrasi karena dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tidak disebutkan pencalonan DPD dilarang dari pengurus partai politik.

(Baca juga: 3 Caleg DPD Mantan Koruptor)





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id