Kalla Mengaku tak Pernah Pakai Mahar Politik

Dheri Agriesta 14 Agustus 2018 15:27 WIB
pilpres 2019
Kalla Mengaku tak Pernah Pakai Mahar Politik
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (FOTO: MI/Panca Syurkani).
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla telah tiga kali mengikuti pemilihan pilpres, sekali sebagai calon presiden dan dua kali sebagai calon wakil presiden. Selama mengikuti kontestasi itu, Kalla mengaku tak pernah dimintai mahar politik.

Kalla enggan mengomentari dugaan mahar politik yang diduga dibayarkan calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno buat PAN dan PKS. Kalla meminta publik menanyakan hal itu kepada partai yang bersangkutan.

"Zaman saya pimpinan partai tidak ada, waktu zaman saya tiga kali ikut (pilpres) tidak ada," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Agustus 2018.


Baca: Pengakuan Andi Arief Soal Mahar Rp500 Miliar Sandiaga

Kalla menjelaskan ada perbedaan antara mahar dan kampanye. Mahar biasanya digunakan dalam proses pernikahan. Mahar, kata mantan Ketua Umum Partai Golkar itu, bersifat simbolis.

"Sekian riyal, tidak ada yang tinggi-tinggi kalau mahar, mana ada mahar Rp1 miliar. Paling Rp10 juta atau Rp20 juta," jelas Kalla.

Kalla menduga uang sebesar Rp500 miliar itu merupakan dana kampanye pemilihan presiden. Karena, partai politik membutuhkan dana untuk berkampanye hingga ke daerah-daerah. "Saya lebih cenderung mereka bernegosiasi untuk biaya kampanye," jelas Kalla.

Saat ditanya dana kampanye yang dihabiskan saat mencalonkan diri sebagai capres dan cawapres, Kalla enggan menjawab. "Wah itu tanya ke KPU, semua laporannya di situ," jelas Kalla.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id