Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Kampanye Kreatif Disebut Dapat Memikat Hati Milenial

Nasional kampanye pemilu Pilpres Pemilu 2024 Pilpres 2024
Juven Martua Sitompul • 13 Mei 2022 07:40
Jakarta: Kampanye kreatif dianggap menjadi alternatif kampanye yang dapat memikat hati pemilih. Khususnya, kalangan milenial dan gen Z.
 
Apalagi, pada Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024, Indonesia menghadapi fenomena yang sedikit berbeda. Bonus demografi membuat pemilih akan dikuasai generasi millennial dan generasi Z di mana jumlah mereka bisa mencapai 35 persen hingga 40 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT).
 
Kendati wacana penundaan pemilu terus bergulir nyatanya sejumlah lembaga survei aktif merilis sejumlah nama yang kerap kali masuk bursa calon presiden. Figur yang masih menjadi top of mind publik antara lain Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketua DPR Puan Maharani, hingga Menteri BUMN Erick Thohir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Munculnya nama para tokoh tersebut dalam bursa capres membuat kontestasi Pilpres 2024 terasa semakin dekat. Bahkan, bisnis konsultan politik menjadi sebuah bisnis potensial pada tahun pemilu tersebut mengingat legislatif dan pilkada akan diselenggarakan secara serentak oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
 
Ethical Politics salah satu Konsultan Politik Digital pertama di Indonesia yang berdiri sejak Februari 2018 ogah ketinggalan momen ini dan memutuskan fokus pada layanan kampanye kreatif. Sebab, kampanye kreatif dan narasi politik dinilai mudah dipenetrasikan dengan voters millennial dan Gen Z.
 
Baca: Dukcapil dan KPU Akan Benahi Data Pemilih Pemilu 2024
 
Kampanye kreatif yang menjadi fokus layanan Ethical Politics ialah konten video baik iklan politik, maupun social movement atau aktivasi gerakan sosial, hingga pembuatan jingle untuk pemilu termasuk event-event politik. Hal ini sejalan dengan spirit voters yang diyakini banyak dipengaruhi apa yang ada di media sosial.
 
"Kami melihat digitalisasi yang tumbuh pesat di Indonesia dibarengi dengan demografi menjadi blue ocean yang belum banyak dimainkan konsultan politik sebelumnya," kata Direktur Eksekutif Ethical Politics Hasyibulloh Mulyawan melalui keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Jumat, 13 Mei 2022.
 
Dia menyebut porsi DPT yang dikuasai generasi millennial dan Z membuat konten kampanye harus lebih kreatif dan sederhana. Namun, berisi tanpa mengurangi esensi atau makna peran politik yang ingin disampaikan oleh kandidat.
 
"Justru dengan adanya bonus demografi millennial dan Gen Z, sudah saatnya kita beradu gagasan dan kreativitas untuk dapat mengemas pesan politik dan kampanye agar dapat diterima publik," kata dia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif