Direktur Eksekutif Indonesia of Advance International Studies (Inadis) Ple Priyatna dalam Crosscheck Medcom.id, Minggu, 29 Mei 2022.
Direktur Eksekutif Indonesia of Advance International Studies (Inadis) Ple Priyatna dalam Crosscheck Medcom.id, Minggu, 29 Mei 2022.

Respons Amerika Serikat Dinilai Memperkeruh Perang Rusia-Ukraina

Anggi Tondi Martaon • 29 Mei 2022 12:38
Jakarta: Direktur Eksekutif Indonesia of Advance International Studies (Inadis) Ple Priyatna menyoroti sederet sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Rusia akibat invasinya ke Ukraina. Langkah tersebut dinilai tak memberikan solusi, melainkan memperkeruh situasi.
 
"Ternyata justru yang meramaikan negara lainnya, ada Amerika Serikat, ada NATO yang menyusun barisan," kata Priyatna dalam program Crosscheck Medcom.id bertemakan Suara Pembubaran PBB Muncul di Indonesia, Minggu, 29 Mei 2022.
 
Ia mengkritisi berbagai respons AS dalam perang Rusia-Ukraina. Negeri Paman Sam dinilai seperti mengajak banyak negara lain menghakimi Rusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Amerika Serikat ini sebenarnya keroyokan, jadi jelas banget ini," ucap dia.
 
Baca: Peran PBB Menyelesaikan Perang Rusia dan Ukraina Dipertanyakan
 
Priyatna pun menyayangkan kondisi tersebut. Sikap Amerika Serikat dan sekutunya dianggap tak menghadirkan solusi untuk mendamaikan kedua negara.
 
"Jadi mereka menempatkan sebuah situasi genting tanpa adanya upaya untuk mendamaikan. Ini sangat menyedihkan," sebut dia.
 
Penilaian tersebut tak lepas dari tidak adanya upaya ruang dialog untuk mendamaikan Rusia dan Ukraina. Ruang diplomasi dinilai sengaja ditutup dan lebih mengedepankan pemberian sanksi.
 
"Semua chanel, semua instrumen digunakan hanya untuk menghukum, hanya untuk menjatuhkan sanksi," ujar dia.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif