MenPAN-RB Tjahjo Kumolo/MI/Ramdani
MenPAN-RB Tjahjo Kumolo/MI/Ramdani

Tjahjo Mengakui Sulit Mengidentifikasi ASN Terpapar Radikalisme

Nasional radikalisme
Damar Iradat • 15 November 2019 10:11
Jakarta: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mengaku tak mudah mengidentifikasi aparatur sipil negara (ASN) terpapar radikalisme. Identifikasi tak bisa hanya melihat cara berpakaian.
 
"Itu sulit diukur, apakah dengan cara berpakaian, kan enggak bisa. Beda ya. Kalau dulu dia ikut organisasi terlarang, jelas. Ini kan tidak," kata Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 14 November 2019.
 
Menurut Tjahjo, Kementerian Agama serta Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) perlu membina ASN. Pola pikir ASN juga bisa dibangun melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) di masing-masing instansi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


ASN juga mengikuti diklat sampai Lembaga Ketahanan Nasional (Lemahanas). Tjahjo menyatakan pihaknya sudah membuat konten evaluasi laporan masyarakat ataupun ASN terkait paham yang tak sesuai dengan ajaran agama masing-masing.
 
"Itu ada kontennya. Kami sudah membuka komunikasi dengan Kominfo, dengan Kepolisian, dengan BNPT, dengan BSSN," tuturnya.
 
Tjahjo menjelaskan pemerintah juga berupaya mencegah ASN terpapar radikalisme sejak rekrutmen. Nantinya, para peserta mengikuti tes tertulis dengan berbagai soal menyangkut kebangsaan, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan bahaya-bahaya radikalisme.
 
"Setelah itu nanti kalau dia diterima sebagai pegawai negeri kan tentunya ada prajabatan dan sebagainya," kata Tjahjo.
 

 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif