Menko Polhukam Mahfud MD. MI/M Irfan.
Menko Polhukam Mahfud MD. MI/M Irfan.

Pernyataan Mahfud Dinilai Menimbulkan Konflik

Nasional undang-undang Omnibus Law
Whisnu Mardiansyah • 23 Desember 2019 12:34
Jakarta: Anggota Badan Legislasi DPR Willy Aditya menilai pernyataan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD membuat gaduh. Mahfud diminta lebih objektif mengeluarkan pernyataan.
 
"Jadi, Pak Mahfud enggak usah selaku Menkopolhukam melakukan hal-hal yang sifatnya fait accompli (pembenaran)ya. Jadi, harus objektif kita membangun ini," kata Willy saat dihubungi Medcom.id, Senin, 23 Desember 2019.
 
Willy tak menampik proses pembuatan UU sarat kepentingan. Kepentingan itu berhubungan dengan partai politik yang duduk di parlemen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"DPR itu kan pertarungan kepentingan, sekarang anggota di fraksi-fraksi merepresentasikan kepentingan siapa. Kita lihat saja, kemudian dia berpihak pada kepentingan siapa, dominannya kepentingan mana," jelas anggota Fraksi Partai NasDem itu.
 
Willy menambahkan UU memang dibentuk atas dasar pesanan. Namun, pesanan itu adalah kepentingan rakyat yang diperjuangkan fraksi di parlemen.
 
"Seperti saya kemarin menggolkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, itu saya dipesan oleh siapa, oleh 4,2 Juta pekerja rumah tangga di Indonesia," jelasnya.
 
Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD menyebut proses pembuatan undang-undang (UU) masih kacau. Akibatnya, penegakan hukum tak optimal.
 
"Ada hukum yang dibeli, pasal-pasalnya dibuat karena pesanan itu ada," kata Mahfud di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019.
 
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu tak menjelaskan aturan mana yang dimaksud. Dia hanya menjelaskan UU hingga peraturan daerah (perda) masih bisa dipesan. Aturan dibentuk berdasarkan keinginan segelintir orang.
 
Sejumlah pihak juga mengeluhkan peraturan yang tumpang tindih. Pemerintah akhirnya membuat rancangan omnibus law untuk mencabut aturan yang tumpang tindih itu.
 

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif