Wakil Ketua TKN Arsul Sani/MI/Mohamad Irfan
Wakil Ketua TKN Arsul Sani/MI/Mohamad Irfan

Pandangan Prabowo Soal Pemindahan Kedubes Australia 'Basi'

Nasional pilpres 2019
Githa Farahdina • 24 November 2018 11:45
Jakarta: Pandangan Prabowo Subianto yang setuju Kedubes Australia di Israel dipindah ke Yerusalem 'basi'. Ia hanya melihat prinsip hubungan internasional secara normatif. Pada dasarnya, prinsip normatif itu sudah lama ditinggalkan banyak negara.
 
"Pak Prabowo tampaknya berpikir dengan model out of date diplomacy. Itu old fashioned diplomacy," tegas Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, melalui keterangan tertulis, Sabtu, 24 November 2018.
 
Sekjen PPP itu menjelaskan banyak negara tak terpaku aspek normatif dalam praktik hubungan internasional. Sikap satu negara bisa saja dipengaruhi negara lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Australia, jelas dia, termasuk negara yang tak membatasi diri pada kerangka normatif. Ia mencontohkan eksekusi mati dua warga Australia dalam kasus narkotika Bali Nine. Begitu pula saat terungkapnya penyadapan terhadap Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) oleh intelijen Australia.
 
Baca: Prabowo Dinilai Kurang Peka soal Palestina
 
Arsul juga mencontohkan peran aktif Australia mengirimkan pasukan tempur dalam koalisi pimpinan Amerika Serikat ke beberapa negara yang sedang diperangi. Bahkan, tegas Arsul, dalam isu hukuman mati pada RKUHP yang masih dibahas DPR pun ada upaya memengaruhi Australia.
 
"Ini semuanya menunjukkan bahwa prinsip normatif dalam hubungan diplomatik antarnegara tidak lagi bisa dipegang dengan kaku. Terutama ketika sudah menyangkut kepentingan nasional dan internasional suatu negara," beber dia.
 
Langkah Indonesia yang memprotes pemindahan Kedubes Australia dari Tel Aviv Ke Yerusalem merupakan diplomasi yang benar. Langkah itu benar dalam konteks kepentingan nasional dan internasional bangsa ini.
 
Baca: Ucapan Prabowo Merusak Hubungan Indonesia Palestina
 
Faktanya, tegas dia, mayoritas mutlak rakyat Indonesia mendukung Palestina. Mayoritas negara-negara Islam pun berharap Indonesia berperan aktif dalam diplomasi Palestina.
 
Arsul berharap Prabowo tak menyuarakan pandangan yang melukai rakyat Palestina. Ia juga diminta tal meninggalkan aspirasi mayoritas rakyat Indonesia terkait Yerusalem sebagai isu sentral membantu perjuangan rakyat Palestina.
 
Sebelumnya, Prabowo mengatakan Indonesia harus menghormati keputusan Australia yang ingin memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv Ke Yerusalem. Prabowo menilai Australia memiliki hak memutuskan kehendaknya sebagai negara merdeka yang berdaulat.
 
"Aussie merupakan negara independen dan berdaulat, maka kita harus hargai keputusan mereka," kata Prabowo saat menghadiri Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu, 21 November 2018.
 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi