Siswa Penyeru Ganti Presiden Dianggap Korban
Mendikbud Muhadjir Effendy bernyanyi bersama para siswa siswi SDN Labuan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Bara. MI/Yusuf Riaman.
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menilai siswa berseragam Pramuka yang menyerukan ganti presiden adalah korban. Kemendikbud akan berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang ada di atas Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka.

"Kalau saya melihat justru siswa-siswa itu menjadi korban," kata Muhadjir di Kompleks Isatana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Oktober 2018. 

Muhadjir belum mengetahui dari mana asal siswa yang terjerumus aksi politik itu. Namun, dia tak akan membenarkan pelibatan siswa ke dalam ranah politik. 


Dia menjamin dalang yang menggerakkan para siswa akan ditindak. Jika pelakunya tenaga pendidik, mereka bakal kena teguran keras. "Yang paling berat ya dikeluarkan," jelas dia.

Menurut dia, guru tidak boleh mengarahkan siswa ke dalam politik praktis. Siswa tidak boleh diberikan doktrin yang belum sesuai dengan umurnya.  Muhadjir menegaskan bakal memantau ketat kegiatan sekolah untuk mencegah hal serupa terjadi. 

Sebelumnya, dalam video berdurasi 20 detik yang beredar, sejumlah siswa berseragam Pramuka terlihat diajak meyerukan yel-yel 2019 ganti presiden. Di awal video, seorang lelaki mengangkat tangan kanan dan menyerukan takbir, lalu diikuti para siswa. 

Setelah itu lelaki itu berseru "2019". Sontak para siswa menjawabnya "ganti presiden" dengan mengangkat tangan kanan mereka. Tidak cukup sekali, lelaki itu pun mengulanginya dengan menyebutkan "2019" dan dijawab oleh para siswa "ganti presiden".



(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id