Buruh menolak omnibus law RUU Cipta Kerja. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Buruh menolak omnibus law RUU Cipta Kerja. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

KSPI Tolak Pembahasan RUU Ciptaker Saat Korona

Nasional Virus Korona Omnibus Law DPR RI
Theofilus Ifan Sucipto • 09 April 2020 13:07
Jakarta: Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak pembahasan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) di tengah pandemi virus korona (covid-19). Mereka akan menggelar unjuk rasa sebagai bentuk penolakan.
 
"Seharusnya DPR memberikan empati yang sungguh-sungguh kepada masyarakat dengan fokus menghadapi pandemi korona," kata Presiden KSPI Said Iqbal saat dikonfirmasi, Kamis, 9 April 2020.
 
Said mengatakan pandemi korona menyebabkan ribuan buruh mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini dinilai lebih mendesak dibahas ketimbang membahas RUU Ciptaker.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pertama, memikirkan cara efektif dan cepat mengatasi penyebaran virus korona," ujar Said.
 
Dia mengusulkan langkah itu berupa meliburkan buruh dengan tetap membayar upah penuh. Ini sebagai upaya jaga jarak fisik (physical distancing).
 
(Baca: Buruh Desak DPR Setop Pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja)
 
DPR juga diminta fokus memberi masukan pada pemerintah soal ancaman PHK buruh. Menurut Said, jumlah perusahaan yang mem-PHK karyawan kian bertambah.
 
Said mengusulkan pemerintah memperbesar anggaran insentif bagi rakyat kecil. Insentif ini untuk menjaga masyarakat tetap memiliki daya beli.
 
Dia mengancam bakal menggelar unjuk rasa di DPR dan Kementerian Koordinator Perekonomian bila aspirasi itu tidak didengar. Unjuk rasa direncanakan Kamis, 30 April 2020
 
"Kami meminta DPR tidak memikirkan diri sendiri," tegas Said.
 
DPR memutuskan membahas omnibus law RUU Ciptaker di tengah pandemi virus korona. Pembahasan disebut bakal melibatkan banyak pihak termasuk kaum pekerja.
 
(Baca: Waktu Pembahasan RUU Ciptaker Tak Ditarget)
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif