Debat kandidat calon kepala daerah Tangerng Selatan. (Foto: MTVN/Arga Sumantri)
Debat kandidat calon kepala daerah Tangerng Selatan. (Foto: MTVN/Arga Sumantri)

Airin Sebut Pendidikan Lebih Penting Ketimbang Buat Lambang Kota

Nasional tangerang selatan
Arga sumantri • 04 Desember 2015 08:49
medcom.id, Tangerang Selatan: Kota Tengerang Selatan hingga kini belum memiliki lambang kota. Padahal lambang dinilai penting sebagai jati diri sebuah kota.
 
Hal itu ditanyakan pasangan calon kepala daerah Tangsel nomor urut 2 Arsid-Elvier Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie debat publik kandidat calon kepala daerah Tangsel, Kamis (3/12/2015) malam.
 
"Belum ada sesuatu yang bisa dijadikan lambang di sini. Misalnya pendopo Kota Tangsel, atau rumah dinas Kota Tangsel. Misalnya seperti itu, " tanya Arsid.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Airin, sebagai kota baru hasil pemekaran Kabupaten Tangerang, pembangunan di sektor pendidikan lebih penting dan lebih dibutuhkan warga Tangsel ketimbang sebuah lambang kota.
 
"Pak Arsid, Anda kan sudah berkarir di Kabupaten Tangerang. Tentu Pak Arsid paham betul dengan kondisi pendidikan di Kota Tangsel waktu itu. Sekolah saja masih banyak yang belum beres dibenahi (Kabupaten Tangerang), " kata Airin.
 
Selama periode Airin menjabat, dia lebih memprioritaskan pembenahan di sektor kesehatan dan pendidikan. Mulai dari kebijakan penghapusan uang sekolah sampai revitalisasi bangunan sekolah. "Dulu uang sekolah itu sampai Rp5 juta. Sekarang sudah dihapuskan. Sekolah sudah gratis," kata Airin.
 
Ikhsan Modjo-Li Claudia Chandra kemudian mengambil celah soal pernyataan Airin yang mengaku fokus membangun sektor pendidikan. Ikhsan mengklaim punya temuan yang kontradiktif dengan pernyataan Airin.
 
"Bagaimana dengan kondisi SMP 8 Tangsel yang pembangunannya mangkrak?," tanya Ikhsan.
 
Airin menjawab rinci. Dia menjelaskan, rencana pembangunan SMP 8 Tangsel yang ada di kawasan Puspitek itu terkendala sejumlah hal. Pertama soal lelang yang terjadi pada 2014. Kemudian 2015 lelang kembali dilakukan, namun Pemkot Tangsel terkendala kepemilikan lahan yang masih dimiliki Kementerian Keuangan.
 
"2016 lokasinya akan kami pindah. Semua akan dibangun, tidak hanya finishing, sarana dan prasarananya yang disiapkan jauh lebih baik," beber Airin.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif