Sandi Wajib Mengantongi Izin Presiden
Menko Polhukam Wiranto/Medcom.id/Desi Angriani
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meminta Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mematuhi ketentuan berlaku bila serius maju sebagai calon wakil presiden (cawapres). Sandi diharuskan meminta izin kepada Presiden Joko Widodo.

"Misalnya mencalonkan si X ya kaitkan saja dengan kaidah UU yang berlaku. Harus dilaksanakan siapa pun nama dan jabatannya harus masuk ke koridor itu," tegas Wiranto di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018.

Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang diturunkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pengunduran Diri dalam Pencalonan Anggota DPR, DPD, DPRD, Presiden dan Wakil Presiden, Permintaan Izin dalam Pilpres, serta Cuti Kampanye, Sandi wajib mendapatkan izin dari Presiden Jokowi.


"Pencalonan capres dan cawapres itu aturan mainnya ada, UU-nya ada hukumnnya ada. Ikuti saja itu," ucap dia.

Baca: Hashim: Duet Prabowo-Sandi Dideklarasikan Malam Nanti

Wiranto enggan mengomentari pencalonan Sandi yang terkesan mendadak. Ia menganggap semua sudah memiliki aturan main sendiri.

Nama Sandi makin mencuat menjelang pendaftaran capres-cawapres 2019. Selain Sandi, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga disebut-sebut masuk dalam bursa cawapres Prabowo.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan kedua nama tersebut masih dikonsultasikan dengan partai koalisi. Mereka juga belum mengumumkan nama yang akan dipilih mendampingi Prabowo di bursa Pilpres 2019.

"Jadi dikonsultasikan dari pagi sampai malam ini, hasilnya ya malam ini mau kita putuskan," tutur Muzani, kemarin.

Munculnya nama Sandi membuat Demokrat meradang. Prabowo bahkan dituding jenderal kardus karena mementingkan uang ketimbang perjuangan politik.

Baca: Bawaslu Usut Dugaan Mahar Rp500 Miliar

Demokrat dan Gerindra berbalas pantun. Namun, pagi ini, Prabowo menyambangi kediaman Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk meluruskan kekisruhan itu.

Nama Sandi makin mencuat menjelang pendaftaran capres-cawapres 2019. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga disebut-sebut masuk bursa cawapres Prabowo, meski mulai meredup.

Munculnya nama Sandi membuat Demokrat meradang. Prabowo bahkan dituding jenderal kardus karena mementingkan uang ketimbang perjuangan politik.

Demokrat dan Gerindra berbalas pantun. Namun, pagi ini, Prabowo menyambangi kediaman Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk meluruskan kekisruhan itu.

Prabowo mengklaim kedua pihak masih bermusyawarah. Belum ada keputusan resmi, namun Sandi telah mengajukan surat pernyataan tak pailit. Permohonan ketrangan tak pailit merupakan salah satu syarat menjadi capres maupun cawapres.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id