Menko Polhukam Mahfud MD/Medcom.id/Theo
Menko Polhukam Mahfud MD/Medcom.id/Theo

Mendirikan Ormas Apa Saja Boleh Asal Tak Melanggar Hukum

Nasional mahfud md ormas fpi
Anggi Tondi Martaon • 01 Januari 2021 15:35
Jakarta: Pemerintah tidak melarang warga mendirikan organisasi masyarakat (ormas). Asal, tidak melanggar ketentuan yang berlaku.
 
"Mendirikan apa saja boleh, asal tidak melanggar hukum. Mendirikan Front Penegak Islam boleh, Front Perempuan Islam boleh, Forum Penjaga Ilmu juga boleh," kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dikutip dari Twitter-nya @mohmahfudmd, Jumat, 1 Januari 2020.
 
Pernyataan Mahfud menanggapi pembentukan Front Persatuan Islam. Kelompok ini didirikan eks anggota Front Pembela Islam (FPI) yang baru saja dibubarkan pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyampaikan pemerintah tidak akan mengambil langkah khusus menanggapi hal itu. Sebab, kebebasan berserikat dan berkumpul dilindungi konstitusi.
 
"Wong tiap hari juga berdiri organisasi. Saat ini ada tidak kurang dari 440.000 ormas dan perkumpulan, tidak apa-apa juga," ungkap Mahfud.
 
Mantan Menteri Pertahanan itu menyebut pergantian nama organisasi setelah dibubarkan merupakan hal biasa. Terutama sebelum era reformasi lahir.
 
Baca: Pemerintah Berwenang Membubarkan Ormas yang Tidak Pancasila
 
Dia mencontohkan Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) yang sempat dilarang oleh Presiden Soekarno pada 1960. Lalu, partai lambang bulan sabit dan bintang itu berganti nama menjadi menjadi Partai Muslimin Indonesia (Parmusi). 
 
"PSI (Partai Sosialis Indonesia) yang dibubarkan bersama Masyumi juga melahirkan ormas-ormas dan tokoh-tokohnya sampai sekarang," sebut dia.
 
Dia mengatakan hukum alam berlaku terhadap keberlangsungan ormas atau kelompok. Perserikatan yang memiliki tujuan baik diyakini bakal bertahan.
 
"Yang tidak bagus akan layu, baik yang lama maupun yang baru," ujar dia.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif