Ilustrasi tenaga medis. Foto: Antara/M Agung Rajasa
Ilustrasi tenaga medis. Foto: Antara/M Agung Rajasa

Indonesia Butuh 3 Juta APD Hingga Mei 2020

Nasional jokowi Virus Korona
Nur Azizah • 30 Maret 2020 14:54
Jakarta: Pemerintah membutuhkan setidaknya tiga juta paket alat perlindungan diri (APD) guna penanganan wabah virus korona (covid-19) hingga akhir Mei 2020. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh produsen dalam negeri mengoptimalisasi produksi APD.
 
"Stok APD makin terbatas dan perhitungan menunjukkan kurang lebih 3 juta APD hingga akhir Mei dan itu saya minta dilakukan percepatan pengadaan untuk APD," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 30 Maret 2020.
 
Jokowi meminta seluruh APD diproduksi di dalam negeri. Ia yakin 28 perusahaan APD yang di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan untuk mendukung produksi APD saya minta diberikan kemudahan bahan baku yang masuk dari impor," ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
 
Pemerintah memastikan APD didistribusikan ke seluruh wilayah di Indonesia. Termasuk Papua dan Papua Barat.
 
Baca: Pemerintah Didesak Segera Mengimpor APD
 
Berdasarkan data yang diterima Medcom.id, Papua dan Papua Barat telah menerima APD masing-masing sebanyak 2.000 paket. APD didistribusikan TNI.
 
Hingga Jumat, 27 Maret 2020, total APD yang sudah didistribusikan sebanyak 151 ribu paket. Stok APD nasional tersisa 19 ribu.
 
DKI Jakarta yang mendapat jatah APD paling banyak, yakni 40 ribu. Ini lantaran DKI memiliki pasien positif korona terbanyak ketimbang wilayah lain.
 
Provinsi yang menerima APD paling banyak berikutnya ialah Jawa Barat, sebanyak 15 ribu. Lalu, Jawa Tengah mendapat 10 ribu APD, dan masing-masing 5 ribu APD untuk Bogor dan Banten.
 

(AGA)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif