Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin bersama Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan Gedung Madrasah Pondok Pesantren Al Nawawi Tanara di Serang, Banten. (Foto: Dokumentasi/Istimewa)
Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin bersama Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan Gedung Madrasah Pondok Pesantren Al Nawawi Tanara di Serang, Banten. (Foto: Dokumentasi/Istimewa)

Ma'ruf Amin Yakin Kalangan Santri Punya Kompetensi

Nasional santri maruf amin
Fachri Audhia Hafiez • 28 Juni 2019 13:23
Jakarta: Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin meminta para santri tak mengkhawatirkan peluang di masa depan. Santri diyakini mampu menembus posisi strategis sebagai pejabat publik.
 
Ma'ruf mencontohkan telah banyak santri yang sukses menjadi pengusaha. Ada pula santri yang menduduki jabatan nomor satu di daerah; seperti Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum atau Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
 
"Sekarang saya menjadi Wakil Presiden terpilih, sebelumnya bahkan Gus Dur menjadi presiden,” kata Ma'ruf, saat meresmikan Gedung Madrasah Pondok Pesantren Al Nawawi Tanara di Serang, Banten, Jumat, 28 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ma'ruf menekankan untuk menggapai peluang tersebut, santri diminta tekun dan rajin belajar. Era sekarang, lanjut dia, kesempatan untuk menempati posisi sebagai pengusaha, kepala daerah, hingga pimpinan nasional terbuka lebar.
 
Ketua umum nonaktif MUI yang juga dikenal sebagai tokoh ekonomi syariah ini juga ingin menjadikan pondok pesantren yang dipimpinnya mendalami ilmu fikih keuangan syariah. Ia memimpikan dari pesantren mampu melahirkan ahli-ahli ekonomi syariah terutama di bidang keuangan, perbankan, dan pasar modal.
 
Baca juga:Ma'ruf: Santri Harus Kawal Islam Rahmatan Lil Alamin
 
Ma'ruf menjelaskan, dari Pondok Pesantren Al Nawawi Tanara pernah lahir seorang ulama besar yakni Syekh Muhammad Nawawi. Syekh Nawawi bukan hanya menjadi guru bagi tokoh islam Indonesia seperti KH Hasyim Asy'ari dan KH Achmad Dahlan, tetapi juga menjadi rujukan ilmu agama islam dunia.
 
"Nama pesantren ini merujuk kepada nama beliau. Peresmian gedung madrasah lebih berarti karena bertepatan dengan 126 tahun haul Syekh Nawawi yang wafat 1894 di Mekkah,” ujar Ma'ruf.
 
Ma'ruf yang juga pimpinan Pondok Pesantren Al Nawawi Tanara mengatakan adanya gedung sumbangan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perlu dimanfaatkan para santri untuk semakin tekun menimba ilmu.
 
Dalam kesempatan yang sama Menteri BUMN Rini Sumarno menyatakan sumbangan pembangunan gedung madrasah merupakan bagian dari tanggung jawab BUMN untuk berbakti kepada negeri. Sebab, Direksi BUMN membuat perusahaan pelat merah untuk lebih profesional dan menguntungkan.
 
"Tahun lalu alhamdullilah keuntungan BUMN lebih dari Rp200 triliun. Insyaallah BUMN bisa terus memberi manfaat yang lebih berarti kepada negeri,” ujar Rini.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif