Gedung MPR/DPR/DPD. Ilustrasi: Medcom.id/Gregorius Yohandi.
Gedung MPR/DPR/DPD. Ilustrasi: Medcom.id/Gregorius Yohandi.

Ide PAN Tambah Pimpinan MPR Dianggap Konyol

Nasional mpr
Faisal Abdalla • 14 Agustus 2019 09:06
Jakarta: Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, mengkritik keras usulan Partai Amanat Nasional (PAN) terkait penambahan kursi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menjadi 10 kursi. Usulan dinilai sia-sia.
 
"Rasionalitas untuk membenarkan itu tak ada sama sekali ya. Sekalian saja seluruh 575 anggota DPR itu jadi pimpinan, ditambah (anggota DPD) 34 provinsi. Saya kira itu konyol," tegas Lucius kepada Medcom.id usai diskusi di kantor DPP PSI, Jalan KH Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Agustus 2019.
 
Menurut dia, wacana itu sarat kepentingan bagi-bagi kekuasaan. Dia menyesalkan anggota Dewan saat ini terkesan hanya fokus masalah kursi pimpinan ketimbang menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengingatkan jumlah kursi pimpinan MPR sudah diatur dalam Pasal 427C Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Pasal itu menjelaskan formasi pimpinan MPR terdiri dari satu ketua dan empat wakil. Pimpinan dipilih melalui sistem paket.
 
Lucius menyebut konfigurasi ini keputusan politik yang sudah dibuat DPR dan ditetapkan dalam UU MD3. PAN juga terlibat dalam proses penyusunanya.
 
"Usulan 10 kursi MPR itu saya kira hanya menunjukan bagaimana inkonsistensi PAN. kemudian nafsu kekuasaan yang lebih banyak mendorong atau memotivasi dia mengusulkan itu," tutur Lucius.
 
Baca: Golkar Emoh Pimpinan MPR Ditambah
 
Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay memunculkan wacana pimpinan MPR ditambah menjadi 10 kursi. Unsurnya terdiri dari sembilan fraksi dan satu kelompok DPD.
 
Usulan ini disebut mengakomodasi seluruh partai politik dan mereduksi polemik perebutan kursi pimpinan MPR. Bila wacana penambahan kursi pimpinan MPR ini diberlakukan, seluruh partai yang lolos ke Parlemen di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bakal mengisi pos pimpinan MPR.
 
"Sama seperti periode 2014-2019, semua partai di DPR legawa untuk mengadakan tambahan pimpinan di MPR dan DPR," kata Saleh, Senin, 12 Agustus 2019.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif