Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin berfoto dengan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin berfoto dengan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Antara/Puspa Perwitasari

PDI Perjuangan Puji Susunan Kabinet Indonesia Maju

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Nur Azizah • 23 Oktober 2019 11:07
Jakarta: PDI Perjuangan menegaskan susunan Kabinet Indonesia Maju menjadi kewenangan penuh Presiden Joko Widodo. Kendati ada pro dan kontra, Jokowi dipastikan memiliki alasan kuat mengambil keputusan politik ini.
 
"Sesuai tradisi kepemimpinan Jokowi, Beliau telah mendengarkan masukan dan mengambil keputusan terbaik untuk kemajuan Indonesia Raya," kata Hasto melalui tertulis, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Oktober 2019.
 
Menurut dia, penyusunan kabinet memang selalu penuh dinamika. Dia memahami hal ini membuat warganet ikut bertarung opini menilai siapa yang layak dan tidak menjadi pembantu Jokowi lima tahun ke depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada yang puas, ada yang tidak. Tugas Pak Jokowi menjadi pemimpin bangsa, memang tidak untuk memuaskan semua pihak," kata dia.
 
Hasto meyakini apa yang dilakukan Jokowi penuh kepastian dengan agenda ideologis. Keputusan yang ambil sudah fundamental terhadap sistem kerja, cara berpikir, dan manajemen kepemimpinan.
 
"Selamat, kabinet Jokowi terbentuk dengan semangat baru. Sesuai amanat konstitusi, menteri bukanlah pegawai tinggi biasa. Menteri adalah pembantu presiden," terang dia.
 
Jokowi mengumumkan susunan kabinet berisi 34 menteri dan empat pejabat setingkat menteri di Istana Merdeka, Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dkk kemudian dilantik di Istana Negara, Jakarta.
 
Presiden Jokowi mewanti-wanti menteri tak bermain-main dengan uang rakyat. Mereka juga diminta menjalankan visi misi dari Presiden dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
 
"Saya minta jangan ada yang korupsi. Ciptakan sistem yang menutup celah korupsi" kata Jokowi di Istana Merdeka, Rabu, 23 Oktober 2019.
 
Tidak hanya itu, Jokowi meminta menteri bekerja cepat, keras, dan produktif. Menteri tak boleh terjebak pada rutinitas monoton.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif