Tangkapan layar Metro TV
Tangkapan layar Metro TV

Pertemuan NasDem & Dubes Rusia Bahas Sejumlah Isu Ini

MetroTV • 18 Mei 2022 10:05
Jakarta: Sejumlah petinggi DPP Partai NasDem bertemu dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia pada Selasa, 17 Mei 2022, siang. Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas situasi geopolitik, terutama terkait konflik Rusia dan Ukraina yang sedang berlangsung. 
 
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva mengapresiasi posisi Indonesia yang berfokus pada agenda pemulihan ekonomi dalam rangkaian pertemuan G20. Terkait undangan Indonesia terhadap Presiden Rusia untuk menghadiri KTT G20, Lyudmila menyebut Kremlin masih melihat perkembangan situasi untuk memastikan kehadiran tersebut. 
 
“Kami sangat setuju dengan posisi Indonesia. Ini adalah forum yang harus berkonsentrasi pada agenda ekonomi dan keuangan global. Bukan menyeret krisis politik yang tidak akan membantu masalah global yang penting,” ujar Lyudmila Georgievna Vorobieva dalam tayangan Selamat pagi Indonesia, Metro TV, Rabu, 18 Mei 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggota Komisi I DPR dari Fraksi NasDem, Muhammad Farhan, mengatakan NasDem sebelumnya sudah bertemu dengan pihak Kedutaan Besar Ukraina untuk Indonesia. Menurut Farhan, Nasdem berusaha menilai situasi geopolitik dari dua sudut pandang.  
 
Kendati demikian, Farhan menegaskan posisi Indonesia sebagai negara nonblok yang wajib memberi bantuan kemanusiaan kepada korban perang dan mengupayakan perdamaian dunia, salah satunya melalui presidensi G20. 
 
Baca: Akselerasi Antisipasi Dampak Krisis Global Butuh Langkah Bersama
 
“Kita mau memastikan bahwa G20 akan menjadi ajang semua negara yang ada di dalamnya. Di situ ada Rusia, Amerika, dan negara pendukung masing-masing untuk fokus kepada pemulihan ekonomi dunia karena kita membutuhkannya,” kata Farhan.
 
Pertemuan ini diinisiasi Partai NasDem karena menilai situasi geopolitik Eropa masih terus memanas akibat konflik antara Rusia dan Ukraina. Invasi militer Rusia ke Ukraina tak ayal memberikan dampak pada negara-negara lain, termasuk Indonesia. (Fatha Annisa)

 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif