Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP), Juri Ardiantoro. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP), Juri Ardiantoro. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Jaga Independensi, Ketua Timsel Anggota KPU-Bawaslu Diusulkan Pasif

Nasional kpu pemilu bawaslu Pansel KPU dan Bawaslu ketua Timsel KPU-Bawaslu
Fachri Audhia Hafiez • 22 Oktober 2021 14:32
Jakarta: Ketua Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Juri Ardiantoro, diusulkan pasif selama proses penyaringan. Hal ini untuk menjaga independensi. 
 
Latar belakang Juri Ardiantoro menuai kritik. Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan itu pernah menjadi anggota Tim Sukses Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
 
"Tidak perlu aktif dan tidak punya hak suara dalam proses seleksi," kata Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Agustyati, kepada Medcom.id, Jumat, 22 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Khoirunnisa, sikap itu pernah diambil mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi saat menjadi ketua Timsel Calon Anggota KPU-Bawaslu 2012. Kala itu, posisi Gamawan juga disorot.
 
Baca: Dibuka 18 Oktober, Pendaftar Calon Anggota KPU-Bawaslu Baru 8 Orang
 
"Waktu itu Pak Gamawan Fauzi tidak aktif di proses seleksinya dan proses seleksinya tetap bisa berjalan lancar," ujar Khoirunnisa.
 
Khoirunnisa menekankan posisi Juri sebagai ketua panitia seleksi (pansel) berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Pasalnya, dia sudah menjadi bagian dari pemerintah karena jabatannya di Kantor Staf Kepresidenan. 
 
"Beliau pernah menjadi anggota KPU Provinsi DKI Jakarta hingga ke KPU RI. Tapi di sisi lain beliau di 2019 kemarin menjadi bagian dari TKN (Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf). Artinya, sudah berpolitik secara praktis. Tentu bisa aja ada potensi konflik kepentingan," ucap Khoirunnisa.
 
Sementara itu, Juri Ardiantoro menegaskan Timsel Anggota KPU-Bawaslu independen dalam menjalankan tugas. Timsel tengah menyusun kode etik untuk menjaga integritas.
 
"Kami sedang proses finishing code of conduct di antara kita ini. Jadi, kita akan menyusun pakta integritas, nanti kami sepakati," ujar Juri dalam konferensi pers virtual, Jumat, 15 Oktober 2021
 
Timsel Calon Anggota KPU-Bawaslu ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 120/P Tahun 2021 tentang Pembentukan Tim Seleksi Calon Anggota KPU dan Bawaslu Masa Jabatan Tahun 2022-2027. Kepres ini ditandatangani Presiden Jokowi pada Jumat, 8 Oktober 2021.

Berikut susunan Timsel Calon Anggota KPU-Bawaslu Periode 2022-2027:

  1. Juri Ardiantoro (ketua merangkap anggota)
  2. Chandra M Hamzah (wakil ketua merangkap anggota)
  3. Bahtiar (sekretaris merangkap anggota)
  4. Edward Omar Sharif Hiariej
  5. Airlangga Pribadi Kusman
  6. Hamdi Muluk 
  7. Endang Sulastri 
  8. I Dewa Gede Palguna
  9. Abdul Ghaffar Rozin 
  10. Betti Alisjahbana 
  11. Poengky Indarty

Pendaftaran calon anggota KPU-Bawaslu sudah dimulai sejak 17 Oktober 2021. Timsel akan memilih 14 nama calon anggota KPU dan 10 nama calon anggota Bawaslu. Daftar nama itu akan diserahkan kepada Presiden Jokowi pada 7 Januari 2022.

 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif