Presiden Joko Widodo. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Jokowi Diminta Fokus Agenda Pembangunan Nasional Hingga 2024

Nasional Jokowi pembangunan Proyek Strategis Nasional maruf amin covid-19
Whisnu Mardiansyah • 08 Desember 2021 21:53
Jakarta: Barisan Relawan Nusantara (BaraNusa) akan tetap mengawal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin hingga masa akhir jabatan 2024. Jokowi diminta fokus dengan agenda utama pembangunan nasional. 
 
“BaraNusa tetap terus mengawal pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin hingga masa jabatannya berakhir. Namun tetap kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan, termasuk terhadap agenda pembangunan nasional yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat,” ujar Ketua Umum BaraNusa Adi Kurniawan di Jakarta, Rabu, 8 Desember 2021. 
 
BaraNusa tetap konsisten pada suksesi sosok pemimpin seperti Presiden Joko Widodo selepas tahun 2024. Pengganti Jokowi nanti dituntut mampu memperbaiki kondisi bangsa dan negara pasca pandemi covid-19. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Syarat utamanya, calon pemimpin Indonesia ke depan harus cakap dalam mengelola pemerintahan dan punya jiwa nasionalisme yang tinggi. Kemudian, mampu mempersatukan bangsa di tengah kencangnya arus politik identitas dan terakhir mampu membangkitkan kondisi ekonomi negara. 
 
“Kita juga tetap mengawal persatuan bangsa dari ancaman maraknya politik identitas,” ujar Adi. 
 
BaraNusa sendiri sebelumnya menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 pada 4–6 Desember 2021 di Villa Aries Biru, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Ajang itu juga dihadiri oleh perwakilan pengurus provinsi dan daerah terdiri dari Jakarta, Banten, Bogor, Sukabumi dan Sulawesi Selatan.
 
Dalam Rakernas pertamanya juga BaraNusa meminta Presiden Jokowi untuk mengevaluasi kinerja para mnterinya dengan perombakan kabinet. Presiden Jokowi diminta tak segan merombak para pembantunya yang memanfaatkan lembaga negara demi kepentingan pribadi. 
 
Adi menyebut sejumlah menteri yang dinilainya layak untuk dicopot.  Menteri jangan sampai memanfaatkan lembaga negara demi kepentingan pribadi, dan berpolitik untuk kepentingan pribadi.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif