Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Pemilu Nasional dan Daerah Diusulkan Dipisah

Nasional mahkamah konstitusi pilkada pemilu pilkada serentak DPR RI
Anggi Tondi Martaon • 23 November 2021 13:50
Jakarta: Format keserentakan pemilihan umum (pemilu) diusulkan dipisah. Pemilu dianggap bisa dibagi dua menjadi tingkat nasional dan daerah.
 
"Perlu pemisahan pemilu nasional dan pemilu lokal," kata Wakil Ketua Komisi II DPR Luqman Hakim melalui keterangan tertulis, Selasa, November 2021.
 
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyebut pemilu nasional terdiri dari pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR, dan DPD. Pemilu daerah meliputi pemilihan kepala daerah (pilkada), DPRD provinsi, dan kabupaten/kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jeda waktu dua sampai 2,5 tahun," ungkap dia.
 
Baca: Demokrat Membuka Pintu untuk Ganjar Pranowo
 
Dia menyampaikan mekanisme tersebut tercantum dalam rekomendasi Mahkamah Konstitusi (MK). Rekomendasi tersebut dikeluarkan dalam putusan uji materi pemilu serentak yang diajukan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) beberapa waktu lalu.
 
Menurut dia, metode pemilu serentak dengan lima surat suara cukup berat. Penyelenggara pemilu dipastikan akan kelabakan.
 
"Terbukti pada Pemilu 2019, hampir seribu petugas KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) meninggal dunia dan ribuan lainnya jatuh sakit," sebut dia.
 
Selain itu, pemilihan serentak dengan lima surat suara membuat masyarakat bingung. Dampaknya, banyak surat suara yang tidak dicoblos pemilih. 
 
"Kalaupun dicoblos, tidak memenuhi ketentuan sehingga dinyatakan rusak atau tidak sah," ujar dia.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif