Wapres Jusuf Kalla/MTVN/Dheri Agriesta
Wapres Jusuf Kalla/MTVN/Dheri Agriesta

JK: Pemerintah Selalu Mendahulukan Kepentingan Rakyat

Nasional pembangunan infrastruktur
Achmad Zulfikar Fazli • 14 Maret 2019 17:08
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan pemerintah selalu mendahulukan kepentingan rakyat dalam membangun negara. Hal tersebut dibuktikan dengan pembangunan infrastruktur yang sangat masif.
 
"Kita mendahulukan kepentingan masyarakat dengan membangun infrastruktur, perumahan, dan fasilitas-fasilitas umum lainnya," tegas JK dalam sambutan pada Musyawarah Nasional Gapensi di Plenary Hall JCC, Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019..
 
Menurut dia, suatu negara pasti mengalami kemajuan. Hal itu selalu ditandai dengan pembangunan merata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembangunan, terang JK, membutuhkan kontraktor. Dia menilai pekerjaan kontraktor tak akan mati karena sangat dibutuhkan negara-negara yang ingin maju.
 
"Pekerjaan sebagai kontraktor tidak akan pernah berhenti, karena bangsa bertambah, bangsa ingin lebih maju, dan semua dibutuhkan pembangunan fisik," ujar dia.
 
Baca: Jokowi Berkomitmen Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur
 
Eks Ketum Partai Golkar itu meminta para kontraktor bekerja profesional dan fokus. Perusahaan konstruksi dalam negeri tak akan kalah bersaing dengan asing dalam menggarap proyek pembangunan di Tanah Air.
 
"Kalau 20-30 tahun yang lalu, kita melihat bangunan-bangunan tinggi, masih dikuasai kontraktor-kontraktor asing, sekarang ini kita berbangga bahwa hampir semuanya sudah menjadi pekerjaan daripada kontraktor-kontraktor nasional," ujar Ketua Dewan Masjid Indonesia itu.
 
Dia senang kontraktor perusahaan swasta nasional tak kalah bersinar dari perusahaan pelat merah. Namun, dia meminta para kontraktor tetap bekerja secara profesional dan fokus agar tidak kalah dengan perusahaan lain, khususnya asing.
 
Dia pun percaya pekerja asal Indonesia mumpuni di bidang konstruksi. Apalagi, banyak pengalaman dan ilmu yang sudah didapat dari berbagai perusahaan asing.
 
"Karena itulah tidak perlu mengkhawatirkan kemampuan manusia Indonesia," ucap dia.
 
Baca: Ma'ruf Amin Puji Kesuksesan Pembangunan di Era Jokowi-JK
 
JK menceritakan awal mula pemerintah melarang bandara-bandara dibangun kontraktor asing. Dulu, kata dia, kontraktor asing mengusai proyek pembangunan bandara di Tanah Air.
 
Dia kemudian menghentikan itu saat menjadi wakil presiden mendapingi Susilo Bambang Yudhoyono. Dia ingin bandara-bandara di Indonesia dibangun anak-anak bangsa.
 
"Pada 2005, pada waktu itu semua bandara dibangun oleh kontraktor-kontraktor asing. Saya katakan tidak mulai sekarang, tidak ada lagi kontraktor asing yang boleh bekerja di bandara. Harus kontraktor Indonesia, arsiteknya juga harus arsitek Indonesia," jelas JK.
 
Bandara-bandara modern mulai dibandung kontraktor dalam negeri. Pembangunan ternyata tak sesulit yang dibayangkan.
 
Menurut dia, kemudahan dalam pembangunan juga didukung aturan-aturan yang jelas. Sebagian besar proyek di Indonesia pada akhirnya dipegang kontraktor dalam negeri.
 
Namun, JK mengungkapkan proyek yang menggunakan kontraktor asing saat ini juga masih ada, seperti proyek Mass Rapid Transit (MRT). Di luar itu, semua proyek selalu diusahakan dikuasai perusahaan dalam negeri.
 
"Kalau LRT sudah diusahakan dengan perusahaan perusahaan nasional," ucap JK.
 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif