Golkar Manfaatkan Jokowi untuk Menaikkan Elektabilitas

Suci Sedya Utami 10 Mei 2018 21:41 WIB
pilpres 2019
Golkar Manfaatkan Jokowi untuk Menaikkan Elektabilitas
Simpatisan dan Kader Partai Golkar membentangkan poster Presiden Joko Widodo dalam penutupan Rapimnas partai Golkar di Jakarta, Kamis (28/7). Foto: MI/Ramdani
Jakarta: Partai Golkar akan gencar mempromosikan Joko Widodo sebagai calon presiden pada Pilpres 2019. Cara ini diyakini akan menaikkan elektabilitas partai berlambang beringin kuning itu.

"Adanya branding Jokowi dengan Golkar atau Go-Jo, lalu dengan (memasngkan) Pak Jokowi dengan Pak Airlangga diharapkan bisa meningkatkan elektabilitas Golkar," kata Ketua DPP Golkar TB H Ace Hasan Syadzily dalam paparan survei RTS di Cafe Mandailing, Jakarta Selatan, Kamis, 10 Mei 2018.

Elektabiltas Golkar kini melorot setelah kasus korupsi KTP elektronik yang menjerat mantan Ketua Umumnya, Setya Novanto. Hasil survei Roda Tiga Konsultan (RTS) pada April 2018 mencatat elektabilitas Golkar turun dari 10,8 persen, menjadi 8,8 persen.


Baca: Survei RTK: Elektabilitas AHY Tertinggi untuk Cawapres

Dalam survei tersebut jumlah pemilih yang masih ragu (swing voters/ undecided) terhadap partai politik sebesar 28,2 persen. Ace pun berharap partainya bisa meraih suara swing voters untuk menaikkan elektabilitas.

"Ini peluang bagi kita untuk menaikkan terus kepercayaan pada partai, strateginya yakni dengan menempatkan calon terbaik di setiap dapil," jelas Ace.

Dalam survei RTS ini, partai yang memiliki elektabilitas tertinggi yakni PDI Perjuangan dengen 24,8 persen. Kemudian disusul Gerindra dengan 12,4 persen, Demokrat 7,8 persen serta PKS 2,8 persen.





(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id