Pengamat: Manuver TGB Restu dari SBY
Gubernur NTB Tuan Guru Bajang/MI/Pius Erlangga
Jakarta: Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi disebut-sebut berpeluang mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. TGB dianggap mampu membendung sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Bahkan tidak tertutup kemungkinan perlahan akan hilang," ujar Pengamat politik dari Indonesian Demokratic Center for Strategic Studies (Indenis), Girindra Sandino di Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Menurut dia, TGB yang merupakan Gubernur NTB dua periode memiliki prestasi, serta dekat dengan ulama yang memiliki ribuan jemaah. Bahkan para ustaz yang memiliki jutaan jemaah pasti mendukungkungnya. Seperti Ustaz Abdul Somad, Bachtiar Nasir dan lainnya.    


"Walau belum terang-terangan mendukungnya, karena harus menunggu komando Habib Rizieq Shihab. Tetap saja saya yakin demi kemaslahatan umat, kebaikan dan kemajuan umat Islam beliau alim ulama pasti mendukungnya," terangnya.

Dia menambahkan, koalisi ini diharapkan mampu menumbuhkan kultur baru dalam masyarakat, dengan mengubah pola pikir yang ada selama ini, dalam pendekatan organisional dan mengembangkan budaya organisasi. "Koalisi ini memiliki kesempatan untuk melakukan gerakan bukan saja gerakan politik, akan tetapi gerakan budaya," paparnya.

Menurutnya, dengan gerakan tersebut, yang terpenting terjadi persatuan, dan tidak ada lagi kalimat 'cebong', "Dan 'kampret' lagi dalam pertarungan elektoral," ujarnya.

Ia pun meyakini bahwa keputusan TGB untuk melakukan pendekatan politik terhadap Jokowi pasti diketahui, bahkan direstui oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Dalam ilmu politik teori politik kepemimpinan situasional, singkatnya adalah kepemimpinan yang efektif adalah bergantung pada relevansi tugas, dan hampir semua pemimpin yang sukses selalu mengadaptasi gaya kepemimpinan yang tepat," paparnya.
 


Efektivitas kepemimpinan bukan hanya soal pengaruh terhadap individu dan kelompok. Tapi bergantung pula terhadap tugas, pekerjaan atau fungsi yang dibutuhkan secara keseluruhan.
 
"Jadi pendekatan kepemimpinan situasional fokus pada fenomena kepemimpinan di dalam suatu situasi yang unik. Dari cara pandang ini, seorang pemimpin agar efektif ia harus mampu menyesuaikan gayanya terhadap tuntutan situasi yang berubah-ubah," bebernya.
 
Hal ini, lanjutnya, memang layak dan tepat diperankan oleh TGB yang dapat merangkul semua kalangan, baik dari nasionalis maupun agamis.

Ia juga menilai Jokowi-TGB lebih berorientasi kerakyatan, nasionalis dan religius. Sehingga diharapkan dapat meraih dukungan pemilih nasionalis dan agamis.
 
"Tidak tertutup kemungkinan partai-partai Islam lain ikut bergabung. Instabilitas kompetisi antar-parpol (interparty competition) yang dipengaruhi oleh perubahan sikap pemilih (electoral volatility) adalah faktor strategis lain yang memperkuat argumen tentang urgensi koalisi
parpol yang harus ditangkap kubu Jokowi," ujarnya.



(YDH)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id