Negara Harus Campur Tangan Fasilitasi Sekolah Partai

Antara 19 April 2018 22:05 WIB
sekolah partai
Negara Harus Campur Tangan Fasilitasi Sekolah Partai
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto --Medcom.id/Husen Miftahudin
Jakarta: Kaderisasi kepemimpinan dinilai penting untuk melahirkan calon pemimpin yang memiliki jiwa negarawan. Pemimpin negarawan yang hadir bersama rakyat akan memiliki rasa tanggung jawab dan "sense of direction" terhadap masa depan bangsa Indonesia.

"Seorang negarawan hadir melalui kederisasi kepemimpinan. Ia berdiri kokoh atas ideologi bangsa, yang dibumikan pada persoalan keseharian rakyat," ujar Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam diskusi panel di Lemhanas, Jakarta, Kamis, 19 April 2018.

Selain Hasto, hadir juga sebagai pembicara dalam diskusi tersebut Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno dan tenaga profesional Lemhannas Mayjen TNI (Purn) Albert Inkiriwang.

Baca: PDI Perjuangan Didik Calon Kader di Sekolah Partai
 
Menurutnya, pemimpin negarawan itu pun hanya akan lahir dalam narasi cinta kepada Tanah Air. Seorang pemimpin negarawan memiliki kemampuan teknokratik untuk menyelesaikan masalah rakyat. Dan tampil dengan seluruh wisdom kepemimpinan, serta bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

"Ini akan ditandai dengan adanya 'sense of direction' guna mewujudkan cita-cita kolektif bangsa," ucapnya.

Menurut dia, pemimpin negarawan mampu mensintesakan pemahaman terhadap sistem politik, sistem ekonomi, dan landasan kebudayan yang sesuai dengan jati diri bangsanya.

"Terjadinya krisis kepemimpinan negarawan sendiri adalah akibat dari melunturnya pemahaman ideologi dan kehilangan spirit, disiplin dan keteladanan," imbuh Hasto.

Baca: PDIP Tingkatkan Ideologi 68 Calon Kepada Daerah

Oleh karena itu, tambah dia, negara tentu harus campur tangan untuk memfasilitasi sekolah partai. Hal itu sebagai persemaian kader-kader partai dan sekaligus kader bangsa guna membentuk manusia pejuang, yang berjiwa pelopor berdasarkan Pancasila yang lahir pada 1 Juni 1945.

Sebagai partai yang memegang teguh ideologi Pancasila, Hasto mengatakan PDI Perjuangan konsisten menyiapkan pemimpin nasional berkarakter
negarawan. Ini dilakukan melalui proses kelembagaan kepemimpinan yang berjalan secara sistemik.

"Jalan ideologis Pancasila yang dipegang PDI Perjuangan menempatkan rakyat sebagai dasar dan orientasi kebijakan. Politik punya watak membebaskan, keberpihakan pada Wong Cilik, dan skenario masa depan," jelas Hasto.

Dalam menjalankan proses kaderisasi kepemimpinan, lanjut Hasto, PDI Perjuangan sebagai Partai Ideologi melakukannya dengan sistemik dan berjenjang dari bawah.

"Pemimpin harus mengakar kuat ke bawah, ini syarat mutlak," tegasnya.

Hasto menambahkan, bahwa proses menjadi pemimpin adalah buah pengakuan rakyat atas kerja politiknya. Kepemimpinan negarawanan yang dilahirkan dari
"rahim" partai, merupakan proses dialektis. Penuh dengan dinamika politik sebagai gemblengan yang harus dilalui pemimpin.

"Pemimpin seperti ini harus melalui jalan terjal, dan berbagai ujian di lapangan, sehingga tumbuhlah keyakinan dan prinsip yang kuat di dalam
dirinya," jelas Hasto.


(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id