Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Perekaman KTP-el di 27 Kabupaten/Kota Masih di Bawah 70%

Nasional e-ktp Kemendagri ktp
Indriyani Astuti • 28 Juli 2021 11:47
Jakarta: Perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) di 27 kabupaten/kota masih di bawah 70 persen. Mayoritas wilayah tersebut berada di Papua, antara lain Jayawijaya, Puncak Jaya, Paniai, hingga Sorong.
 
Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Dukcapil Kemendagri Erikson P Manihuruk mengatakan perekaman KTP-el ditargetkan rampung sebelum pemilihan umum (pemilu) 2024. Sebab, Dukcapil akan menyerahkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk dilakukan sinkronisasi pada November 2022.
 
"Target perekaman juga menyasar penduduk yang akan berusia 17 tahun hingga 2024 nanti. Sambil berjalan, kepala dinas Dukcapil seluruh kabupaten/kota melakukan perekaman," ujar Erikson dalam rapat koordinasi Ditjen Dukcapil, Rabu, 28 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erickson menyampaikan 30 kabupaten/kota sudah 100 persen menyelesaikan perekaman KTP-el. Kemudian, 56 kabupaten/kota masih melakukan pemutakhiran data karena jumlah penduduknya turun akibat meninggal.
 
Dia mengatakan 206 kabupaten/kota juga telah melakukan perekaman di atas 90 persen. Dia mengakui masih ada anomali (ketidakwajaran) dalam data kependudukan.
 
"Sampai saat ini masih ada data-data yang harus dirapihkan dan dibersihkan," ucapnya.
 
Dia mencontohkan masalah yang paling banyak ditemukan di daerah, yakni kesalahan menempatkan data atau menambahkan status sudah meninggal pada akta lahir. Dia menyampaikan hal itu berdampak pada flag status.
 
Baca: Kemendagri Siapkan Identitas Digital, Mampu Lacak Penduduk Nonpermanen
 
Orang yang telah meninggal, terang Erickson, tapi status data kependudukannya masih aktif atau ditunjukkan dengan flag status 0. Seharusnya, flag status data penduduk yang meninggal berubah menjadi 1.
 
"Rata-rata permasalahan karena penduduk sudah meninggal, sebaiknya diterbitkan akta kematiannya supaya data semakin bersih. Jangan ditambahkan status yang menyatakan orang tertentu (meninggal) pada akta lahir, tidak pada tempatnya," papar Erickson.
 
Masalah serupa ditemukan pada akta kawin. Dia mengingatkan Dinas Dukcapil selalu membersihkan dan memutakhirkan data kependudukan demi menjaga kualitasnya. Sebab, data kependudukan juga dimanfaatkan lembaga/instansi lain.
 
Sementara itu, Direktur Pendaftaran Penduduk Kemendagri David Yama mengatakan penduduk rentan seperti orang terlantar atau marginal, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), penghuni lembaga permasyarakatan, transgender, dan penyandang disabilitas juga berhak memiliki dokumen kependudukan. Dari kelompok tersebut, bisa mengambil opsi tetap terdaftar pada kartu keluarga atau wali sebelumnya atau pindah data kependudukan ke dalam kartu keluarga pengurus yayasan. Sehingga, data kependudukan seperti KTP-el dapat diproses.
 
Penduduk yang informasinya sama sekali belum terdata pada basis data kependudukan, ujar David, biodatanya perlu dicatatkan Dinas Dukcalil untuk dapat diterbitkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sedangkan, penduduk yang tinggal di panti asuhan atau panti jompo diutamakan masuk dalam KK keluarga atau kerabat terdekat.
 
"Untuk trasngender yang tidak memiliki dokumen. Terlebih dahulu perlu dilakukan pengecekan fisik oleh pihak RS/klinik/puskesmas untuk memastikan jenis kelamin, golongan darah apabila ada perubahan jenis kelamin wajib melampirkan penetapan pengadilan," ujar David.
 
Kepala Seksi Data Dinas Dukcapil Provinsi Papua Rosdiana menuturkan belum ada laporan dari pemerintah kabupaten/kota terkait data kependudukan, khususnya komunitas terpencil. Namun, Dinas Dukcapil sudah jemput bola untuk pelayanan perekaman data kependudukan di lembaga permasyarakatan dan panti-panti, seperti di Kabupaten Jayapura.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif