Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani/ANT/ISMAR PATRIZKI.
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani/ANT/ISMAR PATRIZKI.

Muzani: Calon Pemimpin Tak Hanya Bermodalkan Popularitas, Tapi Juga Integritas

Nasional partai politik politik Partai Gerindra
Anggi Tondi Martaon • 20 Juni 2021 14:53
Jakarta: Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menghadiri acara Pelatihan Tunas tiga yang diselenggarakan organisasi sayap Partai Gerindra, yakni Tunas Indonesia Raya (TIDAR). Pelatihan ini digelar dalam rangka upaya menciptakan generasi muda sebagai calon pemimpin di masa depan.
 
Dalam sambutannya, Muzani menyampaikan seorang calon pemimpin harus memiliki kapasitas dan integritas yang baik. Dengan demikian calon pemimpin tersebut bisa memberikan sumbangsih yang besar bagi pembangunan bangsa.
 
Oleh karena itu, kata dia, seorang pemimpin tidak boleh hanya bermodalkan popularitas semata. Seorang calon pemimpin harus bisa diterima rakyat dengan kerja-kerja nyata dan memahami kepentingan rakyat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Keterkenalan (popularitas) kita harus berbanding lurus dengan kemampuan kita menyelesaikan persoalan rakyat. Maka itu diharapkan anak-anak muda di TIDAR bisa mamahami kebutuhan rakyat, sehingga bisa menjadi pemimpin yang lahir di tengah-tengah masyarakat," kata Muzani dalam acara itu di Jakarta, Minggu, 20 Juni 2021.
 
Menurut Muzani, seorang calon pemimpin harus belajar dari tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan. Seperti Bung Karno dan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Pemimpin-pemimpin itu adalah sosok yang benar-benar hadir di tengah rakyat dan membela apa yang menjadi kepentingan rakyat.
 
"Presiden Soekarno, sang proklamator yang selalu didambakan kehadirannya oleh rakyat dari Sabang sampai Merauke. Begitu juga Jenderal Soedirman adalah sosok yang patut kita teladani. Seorang yang dengan tulus melakukan pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan negara," ucap Muzani.
 
Baca: Prabowo Beri Sinyal Maju di Pilpres 2024, Gerindra Tunggu Pernyataan Resmi
 
Partai Gerindra memiliki tujuan salah satunya menciptakan calon-calon pemimpin. Partai Gerindra mendirikan TIDAR karena proses politik harus menyiapkan pemimpin dalam rangka memberikan estafet perjuangan berikutnya.
 
"Perjuangan politik Partai Gerindra harus terus berkelanjutan, supaya estafet perjuangan ini terjaga. Maka kita mendirikan TIDAR sebagai cara untuk menjamin kontinuitas regenerasi kepemimpinan. Karena yang senior ini pada akhirnya akan tergantikan," tegas Ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu.
 
Bagaimana pun proses politik merupakan salah satu cara yang efektif dalam memberikan andil yang berarti bagi pembangunan bangsa. Kader-kader muda Gerindra diharapkan dapat memberikan sumbangsih terbaiknya untuk perbaikan bangsa Indonesia.
 
"Nilai tertinggi dari sebuah pengabdian adalah mendahulukan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi," ucap dia.
 
Itu sebabnya, kata dia, sumpah jabatan dari semua jabatan publik adalah janji mendahulukan kepentingan rakyat. Kader-kader Gerindra yang memiliki jabatan publik harus memegang teguh janji dan sumpah tersebut.
 
"Karena bagi kami mendahulukan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara di atas kepentingan pribadi adalah tujuan daripada berdirinya partai Gerindra. Itulah calon-calon pemimpin bangsa yang akan terus kami lahirkan dari partai ini," kata Wakil Ketua MPR itu.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif