Petugas keamanan berjaga di depan kantor BPJS Kesehatan di Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 13 Mei 2020. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Petugas keamanan berjaga di depan kantor BPJS Kesehatan di Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 13 Mei 2020. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Penaikan Iuran BPJS Dinilai Permainkan Putusan MA

Nasional BPJS Kesehatan
Candra Yuri Nuralam • 15 Mei 2020 10:35
Jakarta: Penaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dinilai mempermainkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 7P/HUM/2020. MA sejatinya telah membatalkan penaikan iuran BPJS Kesehatan.
 
"Penaikan ini justru malah melecehkannya (putusan MA) bahkan dengan menunjukkan kekuasaannya dengan cara menaikkannya kembali," kata pakar hukum Abdul Fickar Hadjar kepada Medcom.id, Jumat, 15 Mei 2020.
 
Menurut Fickar, Presiden Joko Widodo seharusnya mematuhi putusan MA yang membatalkan penaikan iuran BPJS Kesehatanpada Maret 2020. Langkah pemerintah menaikkan kembali iuran BPJS Kesehatan dinilai mengecewakan masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Secara sosiologis ini mengindikasikan sikap hipokrit di mana di satu sisi dalam pernyataan-pernyataannya menunjukkan komitnennya pada rakyat, tapi pada kenyataannya telah melecehkan keinginan rakyat yang justru menginginkan turunnya iuran BPJS yang tercermin lewat gugatannya yang dikabulkan MA," ujar Fickar.
 
Penaikan kembali iuran BPJS Kesehatan dinilai turut melanggar konstitusi. Alasan apa pun yang dilakukan untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan, kata Fickar, tak bisa ditoleransi.
 
Baca:Tunggak BPJS Kesehatan, Peserta Bisa Bayar Cuma Enam Bulan
 
Presiden Joko Widodo menaikkan iuran BPJS Kesehatan mulai Juli 2020. Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.
 
Beleid itu mengatur tentang perubahan iuran mengikuti putusan MA Nomor 7P/HUM/2020. Iuran kelas I naik dari Rp80 ribu menjadi Rp150 ribu per bulan. Iuran kelas II naik dari Rp51 ribu menjadi Rp100 ribu. Sementara itu, iuran kelas III naik menjadi Rp35 ribu per bulan pada 2021.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif